Home MuamalahDoakan Kebaikan untuk Pemimpinmu

Doakan Kebaikan untuk Pemimpinmu

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjadikan doa sebagai senjata utama. Ketika melihat kekurangan pada pemimpin, janganlah hanya sibuk mengeluh atau mencela.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di antara akhlak mulia yang diajarkan para ulama salaf adalah mendoakan kebaikan bagi para pemimpin kaum muslimin. Sikap ini lahir dari pemahaman bahwa baiknya seorang pemimpin akan membawa maslahat yang luas bagi rakyatnya. Sebaliknya, rusaknya pemimpin akan berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat.

Seorang ulama besar dari kalangan tabi’ut tabi’in, Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah, memberikan teladan yang sangat berharga. Beliau berkata,

لو أن لي دعوة مستجابة ما صيرتها الا في الامام

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, niscaya aku akan tujukan doa tersebut untuk pemimpinku.”

(Hilyah al-Auliya’ [8/77])

BACA JUGA: Doa Aisyah untuk Abdurrahman Bin Auf

Ucapan ini mungkin terasa mengejutkan bagi sebagian orang. Bukankah lebih baik doa yang mustajab itu digunakan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau orang-orang terdekat? Namun, Fudhail bin ‘Iyadh memiliki pandangan yang jauh lebih luas.

Ketika ditanya mengapa beliau memilih mendoakan pemimpin, beliau menjawab,

“Jika aku tujukan doa tersebut pada diriku saja, maka manfaatnya hanya kembali kepadaku. Namun, jika aku tujukan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik.”

Jawaban ini menunjukkan keluasan ilmu dan hikmah beliau. Seorang pemimpin yang diberi hidayah, keadilan, ketakwaan, dan kebijaksanaan oleh Allah akan mampu menghadirkan keamanan, menegakkan hukum dengan adil, melindungi masyarakat, serta membuka pintu-pintu kebaikan bagi banyak orang. Karena itu, manfaat dari doa tersebut tidak hanya dirasakan oleh satu orang, tetapi oleh seluruh rakyat.

Inilah sebabnya para ulama Ahlus Sunnah senantiasa menasihatkan agar kaum muslimin memperbanyak doa bagi pemimpin mereka. Mendoakan bukan berarti membenarkan setiap kesalahan yang mungkin terjadi, tetapi merupakan bentuk kasih sayang kepada umat. Sebab, perbaikan pemimpin adalah salah satu jalan menuju perbaikan masyarakat.

BACA JUGA: Doa Nabi untuk Menghilangkan Kesedihan dan Melunasi Hutang

Sebaliknya, kebiasaan mencela, menghina, atau mendoakan keburukan bagi pemimpin bukanlah jalan yang ditempuh para ulama salaf. Mereka lebih memilih memohon kepada Allah agar para pemimpin diberi petunjuk, diluruskan kesalahannya, dikaruniai penasihat yang jujur, dan dimudahkan dalam menegakkan keadilan.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjadikan doa sebagai senjata utama. Ketika melihat kekurangan pada pemimpin, janganlah hanya sibuk mengeluh atau mencela. Angkatlah kedua tangan dan mintalah kepada Allah agar Dia memperbaiki keadaan mereka. Sesungguhnya hati para pemimpin berada di bawah kekuasaan Allah Ta’ala. Dialah yang mampu membolak-balikkan hati manusia sesuai dengan kehendak-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119