Home MuamalahJabat Tangan yang Menolak Dendam

Jabat Tangan yang Menolak Dendam

Bisa jadi jabat tangan yang sederhana itu menjadi sebab hilangnya dendam yang bertahun-tahun tersimpan.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang menghadapi sikap yang menyakitkan dari orang lain. Ada yang dihina, disalahpahami, diremehkan, bahkan dizalimi. Ketika hal itu terjadi, muncul keinginan untuk membalas perlakuan tersebut. Islam memang membolehkan seseorang membalas kejahatan dengan balasan yang setimpal selama tidak melampaui batas. Namun, ada jalan yang lebih mulia dan lebih tinggi nilainya di sisi Allah, yaitu membalas keburukan dengan kebaikan.

Membalas keburukan dengan kebaikan bukanlah tanda kelemahan. Justru itulah bukti kekuatan hati dan kematangan iman. Orang yang mampu menahan amarah serta mengalahkan dorongan dendam adalah orang yang berhasil mengendalikan dirinya. Ia lebih memilih mencari ridha Allah daripada memuaskan hawa nafsunya.

BACA JUGA:  Berjabat Tangan Bisa Menggugurkan Dosa

Allah Ta’ala berfirman: “Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.” (QS. Fushilat: 34)

Ayat yang agung ini mengajarkan bahwa kebaikan memiliki kekuatan yang luar biasa. Permusuhan yang telah lama membara dapat luluh dengan akhlak yang mulia. Hati yang keras dapat menjadi lembut ketika berhadapan dengan sikap yang santun. Bahkan orang yang dahulu membenci kita bisa berubah menjadi sahabat yang dekat.

Tentu hal ini tidak mudah. Dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keyakinan bahwa pahala di sisi Allah jauh lebih besar daripada kepuasan sesaat karena membalas dendam. Namun siapa yang mampu melakukannya, ia akan merasakan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan apa pun.

Salah satu bentuk sederhana dari membalas keburukan dengan kebaikan adalah berjabat tangan. Terkadang hubungan yang renggang hanya membutuhkan keberanian untuk memulai salam dan mengulurkan tangan. Mungkin ego terasa berat, tetapi langkah kecil itu bisa menjadi awal berakhirnya permusuhan.

Imam Mujahid rahimahullah menjelaskan bahwa salah satu makna “membalas dengan yang lebih baik” adalah berjabat tangan dengan orang yang memiliki masalah dengan kita. Beliau menyebutkan bahwa sikap tersebut termasuk bentuk nyata dari usaha memadamkan api kebencian dan membuka pintu perdamaian.

BACA JUGA:  Cara Berjabat Tangan yang Benar

Karena itu, ketika terjadi perselisihan, jangan selalu menunggu orang lain memulai. Jika memungkinkan, datangi dia, ucapkan salam, lalu ulurkan tangan dengan tulus. Bisa jadi jabat tangan yang sederhana itu menjadi sebab hilangnya dendam yang bertahun-tahun tersimpan.

Terkadang, Allah tidak mengubah musuh menjadi sahabat melalui perdebatan yang panjang, melainkan melalui satu kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas. Dan bisa jadi, semua itu bermula dari sebuah jabat tangan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119