Home Kisah Nabi-nabiKoreksi Al-Qur’an terhadap Penyimpangan Kisah Nabi Luth dalam Taurat

Koreksi Al-Qur’an terhadap Penyimpangan Kisah Nabi Luth dalam Taurat

Pada malam kedua, keduanya tidur dengan anaknya yang paling kecil. Lalu keduanya hamil. Nasab keturunan dari anak pertama disebut Al-Muwabin dan dari anak kedua dinamakan Al-‘Umuniyin.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Barangsiapa yang menelaah kitab Taurat akan mendapati banyak sekali peristiwa dalam kisah Luth yang jelas menerangkan tempat kejadiannya. Ia juga akan mendapati Al-Qur’an banyak sekali membenarkan kejadian dan peristiwa itu. Hanya saja, dalam cerita-cerita dalam Taurat itu terdapat banyak penyimpangan, sebagiannya kecil dan sebagian lagi besar dan berbahaya.

Di antara penyimpangan itu adalah pengakuan mereka bahwa para malaikat yang dalam perjalanannya melewati tempat Ibrahim, mampir dan menikmati hidangan yang disuguhkan kepada mereka. Disebutkan dalam kitab Taurat bahwa dihidangkan kepada mereka daging bakar sapi muda lengkap dengan susu dan mentega. Disebutkan pula bahwa para malaikat itu menyantap hidangan yang disuguhkan (Safar At-Takwin, Al-Ishhah, 18 baris kedelapan). Disebutkan, “Ketika mereka menemui Nabi Luth, mereka makan roti dan madu yang dihidangkan.” (Safar At-Takwin, Al-Ishhah, 19 baris ketiga).

Namun, anggapan dan tudingan ini dibantah oleh Allah Ta’ala:

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, ‘Selamat.’ Ibrahim menjawab, ‘Selamat-lah,’ maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata, ‘Jangan kamu takut, sesungguhnya Kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.’” (Hud [11]: 69–70)

BACA JUGA:  Penciptaan Nabi Adam dan Keutamaan Rahmat Allah

Para malaikat tersebut tidak menjulurkan tangan untuk mengambil makanan. Maka, Nabi Ibrahim mengingkari apa yang mereka lakukan dan timbul rasa khawatir, karena para tamu yang tidak menikmati hidangan yang disajikan pada umumnya adalah musuh-musuh yang datang dan ingin berbuat buruk. Oleh sebab itu, untuk menghilangkan prasangka itu, para malaikat menyampaikan identitas mereka yang sebenarnya. Dengan demikian, jelaslah alasannya, karena malaikat memang secara tabiatnya tidak makan dan minum.

Di antara penyimpangan yang terdapat dalam kitab Taurat yang dikoreksi oleh Al-Qur’an adalah jumlah malaikat itu lebih dari dua, tidak seperti yang disebutkan dalam Taurat bahwa jumlah mereka dua. Di antara informasi Taurat yang dikoreksi oleh Al-Hadis adalah bahwa Nabi Luth menempatkan anak-anak perempuannya di antara tamu dan kaumnya ketika mereka datang masuk ke rumahnya.

Padahal, berita yang disebutkan dalam Taurat menyatakan bahwa Nabi Luth keluar dari rumah, mengunci pintunya, dan menemui kaumnya di luar rumah. Penyimpangan yang paling berbahaya adalah apa yang tersebut dalam Taurat, yaitu tuduhan yang mereka nisbatkan kepada Nabi Allah Luth dengan kebohongan dan kedustaan. Mereka beranggapan bahwa Luth, yang menghabiskan umurnya untuk memberantas berbagai perbuatan keji, telah berzina dengan kedua anak perempuannya.

Mereka beranggapan bahwa kedua anak perempuan Luth melakukan konspirasi terhadap ayahnya sendiri setelah mereka keluar dari negeri yang dibinasakan dan tinggal di gua pegunungan dengan kota Shau’îr. Kedua anaknya khawatir akan terputusnya keturunan dari kedua orangtuanya.

Maka, keduanya menuangkan khamar dua malam berturut-turut sampai mabuk dan tidak sadar. Pada malam pertama, keduanya tidur bersama anaknya yang tertua. Pada malam kedua, keduanya tidur dengan anaknya yang paling kecil. Lalu keduanya hamil. Nasab keturunan dari anak pertama disebut Al-Muwabin dan dari anak kedua dinamakan Al-‘Umuniyin.

BACA JUGA:  Kisah Kebinasaan Kaum Nabi Luth dan Keselamatan Keluarganya

Sungguh, mereka telah berdusta! Demi Allah, para rasul Allah itu terjaga dari perbuatan-perbuatan keji. Tidak mungkin bagi Allah menjerumuskan nabi-Nya ke dalam perbuatan keji seperti ini. Beliau adalah orang suci yang selalu memberantas kemunkaran sepanjang hidupnya.

Demikian juga, bagaimana mungkin wanita-wanita salehah yang telah Allah selamatkan dari negeri yang dibinasakan karena kesucian mereka melakukan perbuatan keji dengan ayah mereka sendiri? Sekali-kali tidak mungkin, kecuali tuduhan dari jiwa-jiwa kotor yang tidak suka dan selalu berupaya menistakan jiwa-jiwa suci yang baik.

Barangsiapa yang mengetahui sifat-sifat para nabi dan keadaan mereka, tentu akan mengetahui kebohongan berbagai tuduhan itu. Siapa yang pernah membaca kisah Nabi Luth dalam Al-Qur’an, kisah yang menyebutkan berbagai peristiwanya secara terperinci, akan bertambah keyakinannya terhadap kebohongan yang dibuat-buat oleh orang-orang yang menyimpangkan Taurat. []

Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119