Di antara keutamaan membaca Al-Qur’an adalah memperoleh ketenangan hati. Hal ini sebagaimana disinggung oleh Rasulullah ﷺ dalam sabda beliau.
Sahabat Al-Barrā’ bin ‘Āzib radhiyallāhu ‘anhu menceritakan bahwa ada seorang sahabat yang sedang membaca Surah Al-Kahfi. Di dekatnya terdapat seekor kuda yang diikat dengan dua tali. Tiba-tiba kuda itu menjadi gelisah dan berlari. Ketika sahabat tersebut keluar untuk melihat keadaan, ia menyaksikan awan yang turun dan menaunginya. Peristiwa itu kemudian ia ceritakan kepada Rasulullah ﷺ.
Beliau bersabda:
«تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ لِلْقُرْآنِ»
“Itulah ketenangan (as-sakīnah) yang turun karena Al-Qur’an.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Dekatlah dengan Al-Quran
Yang dimaksud dengan as-sakīnah adalah ketenangan hati, ketenteraman jiwa, lapangnya dada, serta hilangnya kegelisahan sehingga hati dan pikiran menjadi damai. Inilah salah satu anugerah terbesar yang Allah ﷻ berikan kepada orang-orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Allah ﷻ berfirman,
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Al-Qur’an juga mengingatkan agar seorang hamba tidak berpaling dari zikir dan petunjuk Allah. Sebab, berpaling dari Al-Qur’an akan menyebabkan kehidupan menjadi sempit dan penuh kegelisahan.
Allah ﷻ berfirman,
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
“Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)
BACA JUGA:
Adab Pengajar dan Pelajar Al-Quran: Tidak Mengharap Hasil Duniawi
Demikian pula Allah ﷻ berfirman,
فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
“Maka celakalah orang-orang yang hatinya telah keras untuk mengingat Allah. Mereka itulah yang berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)
Semakin dekat seorang hamba dengan Al-Qur’an, semakin besar pula ketenangan yang Allah ﷻ limpahkan ke dalam hatinya. Sebaliknya, semakin jauh seseorang dari Al-Qur’an dan zikir kepada Allah, semakin mudah hatinya dipenuhi kegelisahan, kesempitan, dan kebingungan. Karena itu, jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman hidup yang senantiasa dibaca, dipahami, dan diamalkan setiap hari. []
Sumber: Akhlak Rasul Menurut Al-Bukhari dan Muslim / Penulis: Abdul Mun’im al-Hasyimi / Penerbit: Gema Insani / Cetakan 1. 1423 H
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

