Hendaknya ia tidak meniatkan untuk memperoleh kenikmatan dunia yang bersifat sementara, baik berupa harta, jabatan, kedudukan yang tinggi, sanjungan manusia, atau semacamnya.
Hendaknya seorang muqri tidak menodai bacaannya dengan niat mencari kemurahan hati yang akan ia peroleh dari orang yang diajarnya, baik itu berupa harta, pelayanan, atau dalam bentuk hadiah yang mana tak akan ia peroleh jika ia belum mengajarkan bacaan Al-Qur’an.
Allah Ta’ala berfirman:
ومَن كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُونِه مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِن
“Barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya (keuntungan dunia), namun dia tidak akan mendapat bagian di akhirat.” (Asy-Syûră [42]: 20)
BACA JUGA: Tanda Kiamat Menurut Al-Quran dan Hadits
la juga berfirman:
مَن كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَن تُرِيدُ )
“Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang yang Kami kehendaki.” (Al-Isra’ [17]: 18)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah asia berkata: Rasulullah bersabda:
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ تَعَالَى، لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ أَعْرَاضِ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدُ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَالْقِيَامَةِ ».
“Barang siapa yang mempelajari ilmu yang seharusnya diniatkan mengharap melihat wajah Allah Ta’ala, akan tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan salah satu kenikmatan dunia maka ia tidak akan mencium semerbak wangi surga pada Hari Kiamat.” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)
BACA JUGA:
Hukum Memegang Mushaf tanpa Wudhu bagi Anak yang Menghafal Quran
Masih banyak hadits senada dengan tema ini.
Diriwayatkan dari Anas dari Hudzaifah dan Ka’ab bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:
مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ، أَوْ يُكَاثِرَ بِهِ الْعُلَمَاءَ، أَوْ يُصَرِّفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ».
“Barang siapa yang menuntut ilmu dengan maksud mendebat orang-orang bodoh, berbangga terhadap para ulama, atau mencari perhatian manusia maka hendaklah ta mempersiapkan tempatnya di neraka (II. Tirmidzi dari Kash bin Malik, ia berkata “[Maksudnyal niscaya Allah memasukkannya ke neraka.” []
Sumber: At-Tibyan Adab Para Penghafal Al-Qur’an / Penulis: Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An-Nawawi / Penerbit: Maktabah Ibnu Abbas / Tahun terbit: 1426 H 2005 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

