Kemunculan Dajjal merupakan salah satu fitnah terbesar yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan umatnya agar tidak meremehkan fitnah tersebut.
Namun, sebelum Dajjal muncul, terdapat rangkaian peristiwa besar yang menggambarkan kondisi kaum Muslimin pada masa itu. Salah satunya adalah perang besar antara kaum Muslimin dan bangsa Romawi.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Sunan Abi Dawud dari Dzi Makhbar رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
سَتُصَالِحُونَ الرُّومَ صُلْحًا آمِنًا، ثُمَّ تَغْزُونَ أَنْتُمْ وَهُمْ عَدُوًّا مِنْ وَرَائِكُمْ، فَتَنْصُرُونَ وَتَغْنَمُونَ وَتَسْلَمُونَ، ثُمَّ تَرْجِعُونَ حَتَّى تَنْزِلُوا بِمَرْجٍ ذِي تُلُولٍ، فَيَرْفَعُ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الصَّلِيبِ الصَّلِيبَ فَيَقُولُ: غَلَبَ الصَّلِيبُ، فَيَغْضَبُ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيَدُقُّهُ، فَعِنْدَ ذَلِكَ تَغْدِرُ الرُّومُ، وَتَجْمَعُ لِلْمَلْحَمَةِ
“Kalian akan mengadakan perdamaian dengan bangsa Romawi dalam suatu perjanjian yang aman. Kemudian kalian dan mereka akan memerangi musuh yang berada di belakang kalian. Kalian akan menang, mendapatkan rampasan perang, dan kembali dalam keadaan selamat.
Kemudian kalian kembali hingga singgah di sebuah padang yang memiliki bukit-bukit. Lalu seorang dari kalangan ahli salib mengangkat salib dan berkata, ‘Salib telah menang.’ Seorang laki-laki dari kaum Muslimin menjadi marah lalu menghancurkannya.
Pada saat itulah bangsa Romawi mengkhianati perjanjian dan berkumpul untuk menghadapi peperangan besar.” (HR. Abu Dawud)
BACA JUGA: Cara Berlindung dari Fitnah Dajjal
Hadis tersebut menggambarkan sebuah keadaan yang sangat menarik.
Pada masa itu, kaum Muslimin berada dalam kondisi kuat dan mampu memenangkan peperangan. Mereka bahkan bekerja sama dengan bangsa Romawi untuk menghadapi musuh bersama.
Mereka menang.
Mereka memperoleh rampasan perang.
Mereka kembali dalam keadaan selamat.
Namun kemudian terjadi sebuah peristiwa yang menjadi pemicu perubahan besar.
Ketika Salib Diangkat
Setelah kemenangan tersebut, kaum Muslimin dan bangsa Romawi singgah di suatu tempat.
Kemudian seorang dari kalangan Nasrani mengangkat salib dan menyerukan kemenangan bagi salib.
Hal tersebut membuat seorang Muslim marah dan menghancurkan salib tersebut.
Peristiwa itu kemudian menjadi pemicu pengkhianatan bangsa Romawi. Mereka mengumpulkan pasukan untuk menghadapi kaum Muslimin.
Kaum Muslimin pun mempersiapkan diri.
Mereka menyadari bahwa peperangan besar akan terjadi.
Dalam lanjutan hadis tersebut disebutkan bahwa kaum Muslimin kemudian berperang dan Allah memuliakan sekelompok dari mereka dengan kesyahidan.
Ini menunjukkan bahwa kaum Muslimin pada masa tersebut bukanlah kaum yang lemah secara mental.
Mereka memiliki keberanian untuk mempertahankan agama dan menghadapi musuh.
Perang Besar Menjelang Dajjal
Peristiwa tersebut berkaitan dengan apa yang dikenal dalam hadis sebagai Al-Malhamah Al-Kubra, yaitu peperangan besar.
Dalam riwayat lainnya, Rasulullah ﷺ menyebutkan rangkaian peristiwa besar yang akan terjadi menjelang keluarnya Dajjal.
Namun, kita harus berhati-hati dalam mengaitkan setiap peperangan atau konflik yang terjadi pada zaman sekarang dengan hadis-hadis tentang akhir zaman.
Tidak setiap perang adalah Al-Malhamah Al-Kubra.
Tidak setiap kemenangan kaum Muslimin berarti Dajjal akan segera muncul.
Waktu terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut adalah perkara gaib yang hanya Allah ketahui secara pasti.
Yang dapat kita ambil adalah pelajaran dari keadaan orang-orang beriman ketika menghadapi fitnah besar.
Ujian Terbesar Bukan Sekadar Perang
Kemunculan Dajjal bukan hanya tentang peperangan fisik.
Fitnah Dajjal adalah ujian terhadap keimanan manusia.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ
“Tidak ada fitnah yang lebih besar antara penciptaan Adam hingga terjadinya kiamat daripada Dajjal.” HR. Muslim
Karena itu, yang paling penting bagi seorang Muslim bukanlah sibuk menerka-nerka kapan Dajjal akan muncul.
Yang lebih penting adalah mempersiapkan iman.
Belajar tauhid.
Memahami sunnah Rasulullah ﷺ.
Menjaga shalat.
Memperbanyak doa.
Menjauhi fitnah.
BACA JUGA: Kabut sebagai Salah Satu Tanda Besar Kiamat
Dan memohon kepada Allah agar diselamatkan dari fitnah Dajjal.
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” HR. Bukhari dan Muslim
Saudaraku, zaman Dajjal adalah perkara yang sangat berat.
Tetapi seorang mukmin tidak seharusnya hidup dalam ketakutan tanpa persiapan.
Bekal menghadapi fitnah terbesar adalah iman yang benar.
Jangan sibuk mencari-cari siapa Dajjal.
Sibuklah memperbaiki diri sebelum Dajjal muncul.
Sebab orang yang selamat dari fitnah Dajjal bukanlah orang yang paling banyak mengetahui teori tentang akhir zaman, tetapi orang yang Allah teguhkan hatinya di atas tauhid dan kebenaran. []
Sumber: Ensiklopedia Kiamat / Penulis: Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar / Penerbit Serambi / Cetakan 1, Mei 2002
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

