Setiap muslim membaca Surah Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat. Artinya, minimal tujuh belas kali dalam sehari semalam kita memanjatkan doa yang sangat agung kepada Allah Ta’ala. Namun, sudahkah kita benar-benar merenungkan makna doa yang selalu kita ulang itu?
Allah Ta’ala berfirman:
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
“Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 6–7)
Perhatikanlah, kita tidak sekadar meminta petunjuk menuju jalan yang lurus. Kita juga memohon agar Allah memasukkan kita ke dalam jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang telah mendapatkan nikmat dari-Nya. Lalu, siapakah mereka?
BACA JUGA: Nikmat Berupa Ibadah
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “orang-orang yang telah Engkau beri nikmat” adalah mereka yang disebutkan Allah dalam Surah An-Nisa.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
“Dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul(Nya), maka mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah sebaik-baik teman.” (QS. An-Nisa: 69)
Ayat ini memberikan kabar gembira yang luar biasa. Jalan yang kita minta setiap hari adalah jalan yang pernah dilalui oleh para nabi, para shiddiqin yang sangat jujur keimanannya, para syuhada yang mengorbankan jiwa mereka di jalan Allah, dan orang-orang saleh yang menghabiskan hidupnya dalam ketaatan.
Mereka adalah manusia-manusia terbaik yang dipilih Allah. Mereka bukan orang-orang yang hidup tanpa ujian, tetapi mereka adalah orang-orang yang mampu bersabar, istiqamah, dan tetap taat dalam setiap keadaan.
Lebih lanjut, Imam Ibnu Katsir rahimahullah juga menukil penjelasan dari tabi’in yang mulia, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa yang dimaksud dengan “orang-orang yang telah Engkau beri nikmat” adalah Rasulullah Muhammad ﷺ beserta para sahabat beliau.
Betapa agungnya penjelasan ini. Artinya, ketika kita membaca Al-Fatihah, sesungguhnya kita sedang memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan untuk mengikuti jalan Rasulullah Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Jalan mereka adalah jalan yang dipenuhi ilmu, keikhlasan, ketakwaan, kesabaran, serta ittiba’ kepada wahyu.
BACA JUGA: Nikmat Besar Memiliki Sahabat yang Saleh
Saudaraku, nikmat terbesar bukanlah harta yang melimpah, jabatan yang tinggi, atau kehidupan yang penuh kemewahan. Nikmat terbesar adalah ketika Allah memberikan hidayah sehingga kita mampu berjalan di atas jalan yang benar hingga akhir hayat.
Karena itu, janganlah kita hanya mengucapkan doa dalam Al-Fatihah dengan lisan. Hadirkan hati ketika membacanya. Renungkan maknanya. Mohonlah kepada Allah dengan penuh harap agar Dia menjadikan kita termasuk orang-orang yang mengikuti jalan Rasulullah Muhammad ﷺ, para sahabat beliau, serta seluruh orang-orang saleh yang telah Allah beri nikmat.
Semoga setiap kali kita membaca, “Ihdinash shirathal mustaqim,” Allah benar-benar membimbing langkah kita menuju jalan yang lurus, menjauhkan kita dari jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat, serta mengumpulkan kita kelak bersama para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga-Nya. Itulah sebaik-baik teman dan sebaik-baik tujuan. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

