Telah kami ungkapkan bahwa para ulama Salaf begitu mewaspadai segala macam atau bentuk bid’ah, walaupun bid’ah itu tidak menyelisihi syariat. Tujuannya tidak lain supaya manusia tidak mengada-adakan ibadah yang belum pernah ada sebelumnya.
Memang ada perkara baru yang tidak menyalahi syariat Islam dan tidak dikerjakan terus-menerus, sehingga para ulama Salaf pun tidak mempermasalahkannya. Sebagai contohnya adalah shalat Tarawih. Diriwayatkan bahwa pada mulanya orang-orang melaksanakan shalat ini di bulan Ramadhan sendiri-sendiri, juga ada sebagian jamaah yang menjadikan seseorang sebagai imam.
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Orang Awam yang Terperdaya oleh Faktor Keturunan
Menyaksikan femonena demikian itu, Umar bin al-Khathab lantas mengumpulkan mereka di belakang satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab. Ketika melihat mereka shalat Tarawih berjamaah di belakang satu imam, maka Umar pun lalu mengutarakan: “Inilah sebaik-baik bid’ah (perkara baru yang sesuai syariat).”
Itu karena shalat berjamaah memang disyariatkan!
Dari uraian di atas, jelas bahwa Ahlus Sunnah adalah orang-orang yang mengikuti ajaran Rasulullah. Sedangkan ahli bid’ah itu adalah orang-orang yang menampakkan suatu ajaran yang belum pernah ada sebelumnya, dan tidak ada pula sandarannya.
Maka itulah ahli bid’ah bersembunyi di balik bid’ahnya. Berbeda dengan Ahlus Sunnah, mereka tidak menyembunyikan mazhabnya, perkataan mereka tampak jelas, mazhab mereka terkenal, dan bagi merekalah kesudahan yang baik.
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Orang Awam Terkait Pandangan Bebas Berbuat Kemaksiatan
Diriwayatkan dari al-Mughirah bin Syu’bah, dia menuturkan bahwa Rasulullah bersabda:
(( لَا يَزَالُ النَّاسُ مِنْ أُمَّتِي ظَاهِرِينَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ ظَاهِرِينَ ))
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang mereka ada di atas kebenaran, sampai ketetapan Allah mendatangi mereka, dan mereka tetap dalam keadaan demikian.”
Dinukilkan oleh al-Bukhari dan Muslim di ash-Shahihain. Muhammad bin Isma’il al-Bukhari berkata: “Ali al-Madini berkata: ‘Mereka adalah Ashabul Hadits (ahli hadits).'” []
Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

