Home KajianAkibat Memutus Silaturahim

Akibat Memutus Silaturahim

Siapa pun yang saat ini memiliki masalah dengan saudara, kerabat, orang tua, atau keluarga—hendaknya segera memperbaiki, meminta maaf, memaafkan, dan merendahkan hati.

by Abu Umar
0 comments 109 views

Silaturahim adalah salah satu amalan paling mulia yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Hubungan kasih sayang dalam keluarga dan kerabat adalah pondasi kehidupan sosial yang harmonis. Namun sangat disayangkan, banyak orang yang menganggap remeh perkara ini—mudah marah, gampang tersinggung, dan cepat memutus hubungan hanya karena masalah sepele, perbedaan pendapat, atau urusan harta. Padahal memutus silaturahim merupakan dosa besar yang memiliki akibat sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman: “Maka apakah kiranya jika kalian berpaling, kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturahim? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah…” (QS. Muhammad : 22–23).

Ayat ini menegaskan bahwa memutus silaturahim termasuk bentuk kerusakan di bumi, dan pelakunya mendapatkan laknat dari Allah. Laknat berarti dijauhkan dari rahmat-Nya—dan itu adalah kerugian terbesar.

BACA JUGA:  Salah Kaprah Makna Silaturahmi/Silaturahim

Para ulama salaf sangat menekankan bahaya perbuatan ini. Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Tidak ada dosa yang lebih pantas disegerakan hukumannya di dunia—selain disimpan untuknya azab di akhirat—melebihi kezaliman dan memutus silaturahim.”

Artinya, barang siapa memutus silaturahim, ia akan melihat akibatnya secara nyata di dunia dalam bentuk kesempitan rezeki, hati yang gelisah, dan kehidupan yang jauh dari berkah. Banyak orang merasa kerja keras tidak berbuah, pintu rezeki tertutup, usaha stagnan, atau rumah tangga tidak tenang—padahal mungkin penyebabnya adalah dosa memutus silaturahim yang belum diperbaiki.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Silaturahim akan memperindah akhlak, memperbanyak rezeki, memanjangkan usia, dan menambah kasih sayang dalam keluarga. Dan memutuskannya menghapus semua itu.”

Tidak mengherankan bila Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:  Menyambung Silaturahim

Hadits ini memberikan peringatan keras: betapa buruk kedudukan orang yang memutus hubungan keluarga. Bahkan, ulama menjelaskan bahwa silaturahim bukan sekadar berkunjung atau saling memberi, tetapi menahan diri dari menyakiti, memaafkan kesalahan, dan tetap berbuat baik meskipun dibalas dengan keburukan.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Bukanlah orang yang menyambung silaturahim itu yang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang menyambung adalah yang tetap menjalin hubungan ketika orang lain memutusnya.”

Maka siapa pun yang saat ini memiliki masalah dengan saudara, kerabat, orang tua, atau keluarga—hendaknya segera memperbaiki, meminta maaf, memaafkan, dan merendahkan hati. Jangan biarkan setan menang dan memecah belah keluarga. Dunia ini sementara, sedangkan hubungan kerabat adalah amanah dari Allah.  []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119