Di zaman sekarang, ulang tahun menjadi sesuatu yang lazim dirayakan. Ada yang mengadakan pesta, memberikan hadiah, atau membuat acara khusus untuk memperingati hari kelahirannya.
Namun, dalam syariat Islam, hari ulang tahun bukanlah hari yang ditetapkan untuk dirayakan.
Hari raya yang ditetapkan bagi kaum Muslimin hanyalah dua, yaitu Idulfitri dan Iduladha. Karena itu, seorang Muslim hendaknya berhati-hati dalam menjadikan hari kelahirannya sebagai hari istimewa yang dirayakan setiap tahun.
Bagaimana Jika Dirayakan dengan Puasa?
Lalu bagaimana jika seseorang tidak mengadakan pesta, tetapi justru berpuasa pada hari ulang tahunnya sebagai bentuk rasa syukur?
Hal ini juga perlu diperhatikan.
Tidak terdapat riwayat dari para sahabat Nabi ﷺ maupun generasi salaf bahwa mereka mengkhususkan tanggal kelahiran seseorang setiap tahun untuk berpuasa dan menjadikannya sebagai hari istimewa.
BACA JUGA: Boleh Berniat Puasa Sunnah setelah Terbit Fajar jika Belum Makan dan Minum
Memang, Rasulullah Muhammad ﷺ berpuasa pada hari Senin.
Ketika ditanya tentang puasa Senin, beliau bersabda:
“Itu adalah hari ketika aku dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepadaku.” (HR. Muslim no. 1162)
Namun, beliau tidak menjadikan tanggal kelahirannya sebagai hari tahunan untuk berpuasa. Beliau berpuasa karena hari Senin memiliki keutamaan yang berulang setiap pekan.
Kelahiran Rasulullah ﷺ Berbeda
Kelahiran Rasulullah Muhammad ﷺ memang merupakan nikmat yang sangat besar bagi umat manusia.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)
Akan tetapi, kelahiran Rasulullah ﷺ tidak bisa begitu saja disamakan dengan kelahiran manusia lainnya.
Beliau adalah Rasul Allah. Diutusnya beliau merupakan rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, cara mengungkapkan kecintaan kepada beliau pun harus mengikuti petunjuk beliau.
Bagaimana Sikap Para Salaf?
Jika mengkhususkan hari ulang tahun dengan puasa merupakan ibadah yang disyariatkan, tentu para sahabat dan generasi salaf yang paling bersemangat dalam kebaikan akan lebih dahulu melakukannya.
Namun, tidak ada keterangan bahwa mereka melakukan hal tersebut.
Padahal, para sahabat adalah generasi yang paling memahami sunnah Rasulullah ﷺ dan paling cepat dalam mengamalkan kebaikan.
Karena itu, menjadikan hari ulang tahun sebagai hari khusus untuk berpuasa setiap tahun tidak memiliki landasan dari sunnah.
BACA JUGA: Apakah Rasulullah Muhammad ﷺ Berpuasa pada Hari Kelahirannya?
Bersyukur dengan Cara yang Benar
Seorang Muslim tentu boleh bersyukur atas nikmat kehidupan.
Namun, rasa syukur hendaknya diwujudkan dengan amalan yang memang disyariatkan: memperbanyak ibadah, bersedekah, memperbaiki diri, menaati Allah, dan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Adapun mengkhususkan hari kelahiran setiap tahun dengan ibadah tertentu, seperti puasa khusus, tanpa adanya dalil, maka hal tersebut bukanlah tuntunan yang dikenal dari generasi salaf.
Kita mencintai Rasulullah ﷺ dengan mengikuti sunnahnya, bukan dengan membuat bentuk ibadah baru yang tidak pernah beliau ajarkan.
Wallahu a’lam. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

