Home KajianTalbis Iblis atas Orang Awam yang Terperdaya oleh Faktor Keturunan

Talbis Iblis atas Orang Awam yang Terperdaya oleh Faktor Keturunan

Ibrahim tidak dapat memberi syafaat untuk ayahnya, orang yang sangat dicintainya.

by Abu Umar
0 comments 44 views

Di antara talbis Iblis terhadap kalangan awam adalah saat seseorang dari mereka punya nasab yang terkenal. Namun, dia justru teperdaya oleh nasabnya dan berkata: “Aku keturunan Abu Bakar,” misalnya; sementara yang lain mengatakan: “Aku keturunan Ali,” serta yang selainnya lagi berkata: “Aku orang yang terhormat, dari keturunan Hasan atau Husain,” atau berkata: “Nasabku dekat dengan si fulan yang alim, atau si fulan yang zuhud.”

Mereka-orang awam yang memiliki nasab yang mulia-membangun dugaan mereka di atas dua asumsi.

Pertama; mereka yakin bahwa siapa pun yang mencintai seseorang pasti turut mencintai anak-anak serta keluarga orang itu.

Kedua; keyakinan bahwa nenek moyang mereka berhak memberi syafaat, dan yang paling berhak mendapat syafaat tersebut adalah keluarga dan anak-anak keturunannya.

Sungguh, dua asumsi ini keliru!

BACA JUGA:  Talbis Iblis dengan Fanatisme Mazhab

Terkait cinta, ketahuilah, cinta Allah tidak seperti cinta manusia. Allah hanya mencintai orang yang taat kepada-Nya. Lihatlah Ahlul Kitab; mereka keturunan Ya’qub, namun tidak mendapatkan manfaat sama sekali dari moyang mereka itu.

Sementara terkait syafaat, Allah berfirman:

.. وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى ….

“… Dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai (Allah)….” (QS. Al-Anbiya [21]: 28)

Tatkala Nuh bermaksud membawa anak laki-lakinya naik ke atas perahu, kepadanya difirmankan:

… إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ….

“… Sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu….” (QS. Hud [11]: 46)

BACA JUGA:  Talbis Iblis Seputar Mengagungkan Orang Zuhud

Ibrahim tidak dapat memberi syafaat untuk ayahnya, orang yang sangat dicintainya.

Nabi kita, Muhammad, juga tidak mampu memberi syafaat untuk ibunda tercinta.

Suatu hari, Rasululllah berkata kepada Fathimah: “Aku tidak sedikit pun bisa membelamu dari siksa Allah.”

Jadi, siapa saja yang mengira dirinya selamat lantaran keselamatan ayahnya, berarti dia sama dengan orang yang mengira dirinya akan bisa kenyang meskipun yang makan adalah ayahnya. []

Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119