Home IbadahAdab Buang Hajat dalam Ajaran Islam

Adab Buang Hajat dalam Ajaran Islam

(Hadits ke-3 dari Al-Arba‘un fil Ahkām)

by Abu Umar
0 comments 35 views

Salah satu bukti kesempurnaan agama Islam adalah bahwa syariat ini mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik perkara-perkara besar maupun hal-hal yang dianggap kecil oleh sebagian orang. Tidak ada sisi kehidupan yang luput dari bimbingan Rasulullah ﷺ. Bahkan perkara yang berkaitan dengan buang hajat pun diajarkan dengan rinci demi menjaga kebersihan, adab, dan kesucian seorang muslim.

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

عَنْ سَلْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قِيلَ لَهُ: عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ؟ فَقَالَ:

أَجَلْ، لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بِبَوْلٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ

Ada yang bertanya kepada Salman:

“Apakah Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu sampai tentang buang hajat?”

Beliau menjawab:

“Benar. Beliau melarang kami menghadap kiblat saat buang air besar atau kecil, melarang beristinja dengan tangan kanan, melarang beristinja dengan kurang dari tiga batu, serta melarang beristinja dengan kotoran hewan atau tulang.” (HR. Muslim no. 262)

BACA JUGA: Adab Orang yang Mempelajari Al-Qur’an

Hadits yang agung ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ benar-benar telah menyampaikan ajaran Islam secara sempurna. Tidak ada kebutuhan manusia yang dibiarkan tanpa petunjuk. Bahkan adab ketika berada di tempat buang hajat pun mendapatkan perhatian dalam syariat.

Pertama, Nabi ﷺ melarang menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air besar maupun kecil di tempat terbuka. Hal ini merupakan bentuk pengagungan terhadap kiblat yang menjadi arah ibadah kaum muslimin.

Kedua, beliau melarang beristinja menggunakan tangan kanan. Dalam Islam, tangan kanan dimuliakan untuk perkara-perkara yang baik, seperti makan, minum, berjabat tangan, dan menerima sesuatu. Adapun tangan kiri digunakan untuk membersihkan kotoran dan perkara-perkara yang kurang mulia.

Ketiga, Nabi ﷺ mengajarkan agar bersuci dilakukan dengan sempurna. Pada masa dahulu, salah satu alat yang digunakan untuk beristinja adalah batu. Karena itu beliau melarang menggunakan kurang dari tiga batu agar kebersihan benar-benar terjaga. Adapun pada masa sekarang, tujuan yang sama dapat dicapai dengan air atau sarana lain yang dapat membersihkan najis secara sempurna.

Keempat, beliau melarang beristinja menggunakan kotoran hewan atau tulang. Larangan ini menunjukkan perhatian Islam terhadap kebersihan sekaligus penghormatan terhadap makhluk yang memiliki hak tertentu sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lainnya.

BACA JUGA:  Adab Menerima Tamu dalam Islam

Dari hadits ini kita memahami bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Syariatnya mencakup akidah, ibadah, akhlak, muamalah, hingga adab-adab sehari-hari. Tidak ada agama yang memberikan perhatian sedetail Islam dalam membimbing pemeluknya menuju kebersihan lahir dan batin.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam perkara besar maupun perkara yang dianggap kecil oleh manusia. Karena sesungguhnya kesempurnaan seorang muslim tampak dari kesungguhannya mengikuti petunjuk Nabi ﷺ dalam setiap keadaan. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119