Home IbadahAnjuran Merawat Rambut dalam Islam: Antara Kerapian dan Berlebihan

Anjuran Merawat Rambut dalam Islam: Antara Kerapian dan Berlebihan

Yang dianjurkan adalah menjaga rambut tetap bersih, rapi, dan terawat sesuai kebutuhan, tanpa sikap berlebih-lebihan, tanpa pemborosan, dan tanpa tenggelam dalam gaya hidup mewah.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Islam adalah agama yang mengajarkan kebersihan, kerapian, dan penampilan yang baik. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk merawat rambutnya dengan baik, membersihkannya, menyisirnya, serta mengoleskan minyak apabila diperlukan. Namun, Islam juga melarang sikap berlebihan dalam memperhatikan penampilan hingga menjadikannya sebagai kesibukan utama dan bentuk kemewahan yang tercela.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

“Barangsiapa yang memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya (merawatnya).” (HR. Abu Dawud; dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Makna “memuliakan rambut” adalah menjaga kebersihannya, mencucinya, menyisirnya, serta mengoleskan minyak agar tampak rapi dan tidak kusut atau berantakan. Para ulama menjelaskan bahwa membiarkan rambut dalam keadaan acak-acakan dan tidak terurus bertentangan dengan anjuran syariat untuk menjaga kebersihan dan penampilan yang baik.

Larangan Berlebihan dalam Merawat Rambut

Meskipun Islam menganjurkan perawatan rambut, seseorang tidak boleh berlebihan dalam melakukannya. Terlalu sibuk memperhatikan rambut dan penampilan hingga menghabiskan banyak waktu dan tenaga tanpa manfaat yang jelas termasuk perkara yang tercela.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah Muhammad ﷺ melarang seseorang menyisir rambut setiap hari secara terus-menerus sebagai bentuk perhatian yang berlebihan terhadap penampilan.

BACA JUGA:  Hukum Tato dan Menyambung Rambut dalam Islam

Ibnu Al-Atsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah menggunakan minyak rambut pada suatu hari lalu tidak melakukannya pada hari berikutnya. Penjelasan serupa juga disampaikan oleh Imam Ahmad rahimahullah.

Makruh Tenggelam dalam Kemewahan

Imam Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan bahwa hadis tentang larangan menyisir rambut setiap hari menunjukkan makruhnya terlalu sering memperhatikan rambut karena hal itu dapat termasuk bentuk hidup bermewah-mewahan.

Beliau mengaitkannya dengan hadis Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu ‘anhu yang mengatakan:

“Rasulullah Muhammad ﷺ dahulu melarang kami untuk tenggelam dalam kemewahan.”

Yang dimaksud kemewahan di sini adalah terlalu banyak mencurahkan perhatian untuk berhias dan selalu sibuk memperhatikan penampilan lahiriah.

Menggabungkan Dua Hadis yang Tampak Berbeda

Sebagian orang mungkin bertanya: bagaimana mungkin Nabi ﷺ memerintahkan untuk merawat rambut, tetapi di sisi lain melarang terlalu sering menyisirnya?

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan bahwa tidak ada pertentangan antara kedua hadis tersebut. Seorang Muslim diperintahkan untuk merawat rambutnya agar tetap bersih dan rapi, namun dilarang menjadikan penampilan sebagai fokus utama kehidupannya.

Karena itu, ia merawat rambutnya dengan baik, tetapi tidak berlebihan dalam menyisir, menghias, atau mengurusinya. Inilah pemahaman yang paling tepat dalam mengompromikan kedua hadis tersebut.

Nabi ﷺ Mengingkari Rambut yang Acak-Acakan

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata:

Rasulullah Muhammad ﷺ pernah melihat seorang laki-laki yang rambutnya kusut dan tidak terurus. Beliau lalu bersabda:

“Tidakkah ia mendapatkan sesuatu untuk merapikan rambutnya?” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasa’i; dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Dalam riwayat lain yang dibawakan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa’, disebutkan bahwa seorang laki-laki datang ke masjid dengan rambut dan janggut yang berantakan. Rasulullah Muhammad ﷺ memberi isyarat agar ia keluar dan merapikan keduanya. Setelah orang itu kembali dalam keadaan rapi, beliau bersabda:

“Bukankah ini lebih baik daripada salah seorang di antara kalian datang dengan rambut kusut seakan-akan ia adalah setan?”

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa syariat menyukai penampilan yang rapi dan bersih, serta membenci sikap lalai terhadap kebersihan diri hingga tampak buruk dan tidak terurus.

Keterangan Para Ulama

Ibnu Abdil Barr rahimahullah menjelaskan bahwa hadis-hadis tersebut menjadi dalil anjuran untuk menyisir rambut dan merapikan janggut. Sebaliknya, membiarkan rambut kusut dan berantakan hingga tampak jelek merupakan perkara yang tidak disukai.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah juga menegaskan bahwa disunnahkan untuk merawat rambut, mengoleskan minyak pada rambut dan tubuh, serta melakukannya secara proporsional sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:  Menyela-nyela rambut dan Jenggot ketika Mandi?

Beliau menjelaskan bahwa penggunaan minyak rambut dan perawatan tubuh hendaknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jika seseorang memiliki rambut yang lebat atau kulit yang kering sehingga memerlukan perawatan setiap hari, maka hal itu tidak mengapa.

Hal ini berdasarkan hadis Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu yang memiliki rambut panjang dan lebat. Ketika beliau bertanya kepada Nabi ﷺ tentang rambutnya tersebut, Rasulullah Muhammad ﷺ memerintahkannya untuk merawat dan menyisirnya setiap hari.

Kesimpulan

Islam mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam urusan penampilan. Seorang Muslim diperintahkan untuk menjaga kebersihan dan kerapian rambutnya, menyisirnya, serta merawatnya agar tidak kusut dan berantakan. Akan tetapi, ia tidak boleh berlebihan hingga menjadikan rambut dan penampilan sebagai perhatian utama dalam hidupnya.

Dengan demikian, yang dianjurkan adalah menjaga rambut tetap bersih, rapi, dan terawat sesuai kebutuhan, tanpa sikap berlebih-lebihan, tanpa pemborosan, dan tanpa tenggelam dalam gaya hidup mewah. Inilah petunjuk Rasulullah Muhammad ﷺ yang menggabungkan antara keindahan, kebersihan, dan sikap sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Wallahu a’lam. []

SUMBER: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119