Home KajianPerbedaan Antara Husnuzhan dan Ghurur

Perbedaan Antara Husnuzhan dan Ghurur

Seorang muslim hendaknya menggabungkan antara harapan dan rasa takut. Ia berharap rahmat Allah yang luas, namun juga takut terhadap dosa dan azab-Nya.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Banyak orang mengaku berbaik sangka kepada Allah Ta’ala, namun tidak sedikit yang keliru memahami makna husnuzhan. Mereka merasa cukup dengan mengatakan, “Allah Maha Pengampun” atau “Allah Maha Penyayang,” sementara pada saat yang sama mereka terus menunda taubat, meremehkan kewajiban, dan tenggelam dalam kemaksiatan. Sikap seperti ini bukanlah husnuzhan yang benar, melainkan ghurur, yaitu tertipu oleh angan-angan kosong.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan perbedaan mendasar antara keduanya.

وقد تبين الفرق بين حسن الظن والغرور، وأن حسن الظن إن حمل على العمل، وحث عليه، وساق إليه، فهو صحيح، وإن دعا إلى البطالة والانهماك في المعاصي فهو غرور، وحسن الظن هو الرجاء، فمن كان رجاؤه هاديا له إلى الطاعة، زاجرا له عن المعصية، فهو رجاء صحيح، ومن كانت بطالته رجاء، ورجاؤه بطالة وتفريطا، فهو المغرور.

Beliau berkata bahwa husnuzhan kepada Allah adalah harapan yang mendorong seseorang untuk beramal, memotivasi dirinya untuk taat, dan menjauhkannya dari kemaksiatan. Sebaliknya, jika seseorang mengaku berbaik sangka kepada Allah namun hal itu justru membuatnya malas beribadah dan terus bermaksiat, maka itu adalah ghurur atau tipu daya setan. (Ad-Da’u wad Dawa’, hlm. 38).

BACA JUGA:  Ikhlas dan Berbaik Sangka

Hakikat husnuzhan adalah raja’ (harapan) yang benar. Harapan yang benar selalu disertai usaha. Seseorang yang mengharapkan rahmat Allah akan berusaha menempuh jalan yang mendatangkan rahmat tersebut. Ia menjaga shalat, memperbanyak amal saleh, menjauhi dosa, dan segera bertaubat ketika terjatuh dalam kesalahan. Harapannya kepada Allah menjadi pendorong untuk semakin dekat kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.” (QS. Al-Baqarah: 218)

Ayat ini menunjukkan bahwa harapan kepada Allah tidak terpisah dari amal. Orang-orang yang benar harapannya adalah mereka yang beriman dan berjuang dalam ketaatan, bukan mereka yang hanya berangan-angan tanpa usaha.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:

“Sesungguhnya ada suatu kaum yang dilalaikan oleh angan-angan tentang ampunan Allah hingga mereka keluar dari dunia tanpa membawa satu pun kebaikan. Mereka berkata, ‘Kami berbaik sangka kepada Allah.’ Padahal mereka berdusta. Seandainya mereka benar-benar berbaik sangka kepada Allah, niscaya mereka akan memperbaiki amalnya.”

BACA JUGA:  Allah Taala Sesuai Persangkaan Hamba-NYa

Perkataan ulama besar ini menunjukkan bahwa husnuzhan sejati selalu melahirkan amal saleh. Seseorang yang yakin Allah menerima taubat akan segera bertaubat. Orang yang yakin Allah mencintai hamba-Nya yang taat akan berlomba dalam ketaatan.

Karena itu, seorang muslim hendaknya menggabungkan antara harapan dan rasa takut. Ia berharap rahmat Allah yang luas, namun juga takut terhadap dosa dan azab-Nya. Dengan keseimbangan inilah seorang hamba akan berjalan menuju Allah di atas jalan yang lurus.

Maka, marilah kita mengoreksi diri. Jangan sampai kemalasan, penundaan taubat, dan kelalaian kita diberi nama “husnuzhan”. Sebab husnuzhan yang benar akan melahirkan amal, sedangkan ghurur hanya melahirkan angan-angan kosong yang menipu pemiliknya hingga akhir hayat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119