Home IbadahSunnah Nabi dan Kemuliaan Mengikutinya

Sunnah Nabi dan Kemuliaan Mengikutinya

Sunnah bukan beban. Sunnah adalah kehormatan.

by Abu Umar
0 comments 89 views

Sunnah Nabi bukan sekadar pelengkap.
Ia adalah tanda hidupnya iman.
Ia adalah cermin kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.

Imam al-Qurthubi رحمه الله berkata,
“Barangsiapa terus-menerus meninggalkan sunnah-sunnah Rasulullah ﷺ, maka itu menunjukkan kekurangan dalam agamanya.”

Lebih berbahaya lagi,
jika sunnah ditinggalkan karena diremehkan.
Atau karena tidak disukai.
Maka itu adalah kefasikan.
Rusaknya iman.

BACA JUGA:  Tahajjud, Sunnah yang Tak Pernah Ditinggalkan Nabi

Sebab Rasulullah ﷺ telah mengingatkan,
“Barangsiapa membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.”

Para sahabat memahami sunnah dengan sangat dalam.
Mereka menjaganya.
Mereka mengamalkannya.
Dengan kesungguhan yang sama seperti amalan wajib.

Bagi mereka,
sunnah bukan amalan kelas dua.
Sunnah adalah jalan cinta.
Sunnah adalah sebab pahala.

Hasan al-Bashri رحمه الله berkata,
“Tidaklah suatu kaum meninggalkan sunnah, kecuali Allah akan mencabut cahaya dari hati mereka.”

Adapun para ulama fikih,
mereka membedakan hukum wajib dan sunnah.
Bukan untuk meremehkan sunnah.
Namun untuk menjelaskan konsekuensi hukum.
Apakah harus diulang.
Atau apakah ada sanksi jika ditinggalkan.

Namun dalam keutamaan,
dalam pahala,
dalam kedekatan kepada Allah,
para salaf tidak membedakannya.

Lalu,
masihkah kita ragu mengambil bagian dari kemuliaan ini?
Masihkah kita enggan menapaki jejak Rasulullah ﷺ?

Renungkan firman Allah Ta’ala:

{يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ}

“(Ingatlah) suatu hari Kami memanggil setiap manusia dengan imamnya.”
(QS. Al-Isra: 71)

Imam Ibnu Katsir رحمه الله menukil perkataan seorang ulama salaf,
“Ayat ini menunjukkan kemuliaan besar bagi para pecinta hadits.
Karena imam mereka di hari kiamat adalah Nabi Muhammad ﷺ.”

Inilah kemuliaan yang hakiki.
Dipanggil bersama Rasulullah ﷺ.
Berjalan di bawah panjinya.
Mendapat syafaatnya.

BACA JUGA:  Akhlak Nabi dan Syafaatnya untuk Para Pelaku Dosa

Zakaria bin ‘Adi رحمه الله pernah ditanya,
“Mengapa engkau begitu bersemangat mempelajari hadits?”
Beliau menjawab dengan sederhana,
“Apakah aku tidak ingin masuk ke dalam rombongan keluarga Rasulullah ﷺ?”

Sunnah bukan beban.
Sunnah adalah kehormatan.
Sunnah adalah identitas.
Sunnah adalah jalan menuju Rasulullah ﷺ.

Semoga Allah menjadikan kita
termasuk orang-orang yang mencintai sunnah.
Menghidupkannya.
Dan dikumpulkan bersama Nabi-Nya kelak.
Aamiin. []

RERERENSI: ABU ABDURAHMAN MANADO

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119