Di antara keagungan Al-Qur’an adalah bahwa ia mengikatmu pada prinsip-prinsip, bukan pada sosok manusia. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Qur’an yang menolak suatu gagasan hanya karena siapa yang mengucapkannya. Dan tidak ada pula ayat yang menerima suatu gagasan semata-mata karena siapa yang menyampaikannya. Segala sesuatu dalam Islam selalu terkait dengan dalil.
Termasuk keagungan Al-Qur’an adalah bahwa ia mengajarkan keterikatan pada prinsip, bukan pada individu. Tidak ada ayat yang menolak kebenaran karena pembawanya, dan tidak ada ayat yang menerima kebenaran hanya karena pembawanya. Semua perkara dalam Islam berdiri di atas bukti dan hujjah:
“Katakanlah: Tunjukkanlah bukti kebenaranmu.”
Karena itu, bahkan Rasulullah Muhammad ﷺ sendiri tidak dijadikan oleh Al-Qur’an sebagai pusat keterikatan umat kepada pribadinya, melainkan kepada risalah yang beliau bawa:
“Dan Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul; sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kamu akan berbalik ke belakang (murtad)?”
BACA JUGA: 4 Tahapan Menikmati Bacaan Quran
Namun pada hari ini, banyak kaum Muslimin yang meninggalkan manhaj Al-Qur’an tersebut. Mereka justru bergantung kepada sosok-sosok tertentu. Jika engkau datang kepada mereka dengan seribu dalil, mereka tidak menghiraukannya. Tetapi jika engkau menyebut nama seseorang yang mereka agungkan, maka mereka akan langsung setuju—meskipun mereka tidak mengetahui dalilnya. []
SUMBER: AR-ISLAMWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

