Iblis melancarkan tipu daya atas orang-orang dengan menumbuhkan fanatisme mazhab, hingga mereka itu melaknat dan memerangi kelompok lain terkait suatu hal yang tidak dia ketahui hakikatnya. Beberapa dari mereka mengkhususkan sikap fanatik ini kepada Abu Bakar, sementara sebagian lainnya mengkhususkan sikap tersebut kepada Ali bin Abu Thalib.
Ironis, sebab kita tahu betul betapa banyak peperangan yang terjadi karena sikap fanatik tersebut!
Misalnya saja peperangan antara penduduk Karkh dan Bashrah yang berlangsung bertahun-tahun. Akibat lamanya pertikaian ini, terjadilah apa yang tidak diharapkan berupa pembunuhan, pembakaran, juga berbagai keburukan lain yang terlalu panjang apabila dijelaskan.
BACA JUGA: Talbis Iblis dalam Berpegang Teguh terhadap Sesuatu yang Tidak Diwajibkan
Anda pun bisa melihat sebagian besar dari pihak-pihak yang bertikai dalam masalah ini ada yang mengenakan kain sutra, meminum khamer, dan menghilangkan nyawa orang lain tanpa bag (tidak sesuai syariat). Sungguh Abu Bakar dan Ali terbebas dari perseteruan mereka ini.
Kadang tebersit suatu pemahaman di dalam jiwa orang awam, kemudian Iblis memprovokasinya agar menentang Allah, sehingga di antara mereka ada yang menyangsikan: “Bagaimana mungkin Allah menakdirkan sesuatu jikalau Dia pula yang menjatuhkan hukuman atasnya?” Ada juga yang bertanya-tanya: “Mengapa Allah mempersempit rizki orang bertakwa dan melapangkan rizki orang durhaka?”
Di antara mereka ada yang mensyukuri segala nikmat. Namun ketika musibah datang mendera, maka dia pun berpaling dan ingkar terhadap-Nya.
Sebagian lainnya mengalami kegagalan dalam mencapai tujuan atau tertimpa ujian, lantas dia ingkar terhadap Allah sambil mengatakan: “Aku tidak ingin shalat.”
BACA JUGA: Talbis Iblis terhadap Ahli Ibadah yang Zuhud
Ketika orang Nasrani membunuh atau memukul orang mukmin, kalangan awam mengeluh: “Pihak salib menang. Kalau begitu, untuk apa lagi kita shalat?”
Petaka-petaka itulah yang ditanamkan Iblis di dalam jiwa orang awam, karena mereka jauh dari ilmu dan ulama. Andaikan mereka mau bertanya kepada ahlul Imi (ulama), tentu mereka akan mendapat penjelasan bahwasanya Allah Mahabijaksana lagi Maha Berkuasa. Sehingga, dengan ini, tidak akan ada bantahan atau keraguan apa pun. []
Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

