Kiamat adalah rahasia terbesar di alam semesta. Al-Qur’an secara tegas menyatakan bahwa waktunya hanya diketahui oleh Allah SWT. Namun, muncul pertanyaan menarik: **Apakah ada makhluk—baik malaikat, nabi, atau jin—yang mengetahui persis kapan rentetan tanda Kiamat Besar (Asyrathus Sa’ah al-Kubra) akan dimulai?**
1. Kunci Ghaib: Bahkan Jibril Tidak Tahu
Dalam “Hadis Jibril” yang sangat masyhur, Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW dalam wujud seorang lelaki berpakaian sangat putih dan bertanya tentang waktu terjadinya Kiamat. Jawaban Rasulullah SAW menjadi fondasi akidah kita:
“Yang ditanya (Rasulullah) tidak lebih tahu daripada yang bertanya (Jibril).” (HR. Muslim)
Para ulama salaf, seperti **Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani**, menjelaskan bahwa hadis ini menegaskan bahwa makhluk yang paling mulia di bumi (Nabi Muhammad) dan makhluk paling mulia di langit (Malaikat Jibril) sama-sama buta mengenai waktu pastinya.
BACA JUGA: Tanda Kiamat Menurut Al-Quran dan Hadits
2. Isyarat Kedekatan Melalui Tanda-Tanda
Meskipun waktunya dirahasiakan, Allah memberikan “alarm” berupa tanda-tanda. Para ulama membagi tanda ini menjadi dua: *Shughra* (kecil) yang sudah banyak terjadi, dan *Kubra* (besar).
Sepuluh Tanda Besar yang disebutkan dalam hadis riwayat Hudzaifah bin Asid al-Ghifari meliputi:
1. Munculnya Dukhan (asap).
2. Dajjal.
3. Dabbah (hewan melata).
4. Terbitnya matahari dari barat.
5. Turunnya Nabi Isa bin Maryam.
6. Yakjuj dan Makjuj.
7. Tiga penenggelaman bumi (timur, barat, jazirah Arab).
8. Api yang keluar dari Yaman.
3. Pandangan Ulama Salaf tentang “Kedipan Mata”
Para ulama salaf menekankan bahwa tanda-tanda Kiamat Besar adalah satu kesatuan yang sambung-menyambung. **Imam Ahmad** dan **Ibnu Katsir** sering mengutip analogi bahwa tanda-tanda kiamat besar seperti untaian permata pada sebuah kalung yang putus; jika satu jatuh, maka yang lain akan mengikuti dengan sangat cepat.
Secara spesifik, tidak ada makhluk yang tahu **detik** kemunculan tanda pertama. Namun, Nabi SAW memberikan petunjuk bahwa makhluk selain manusia (hewan) memiliki kepekaan luar biasa setiap hari Jumat.
“Tidak ada satu pun hewan melata melainkan mereka memasang telinga (waspada) pada hari Jumat sejak pagi hari sampai terbit matahari karena takut akan datangnya hari kiamat, kecuali jin dan manusia.”* (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)
BACA JUGA: Lima Pertanyaan Besar di Hari Kiamat yang Tak Bisa Dihindari
4. Kesimpulan: Pengetahuan yang Membuahkan Amal
Berdasarkan pendapat para ulama yang merujuk pada teks-teks wahyu, kesimpulannya adalah:
Secara Mutlak: Tidak ada satu pun makhluk (termasuk Malaikat Penitip Sangkakala, Israfil) yang tahu kapan perintah tiupan itu datang sebelum Allah mengizinkannya.
Secara Isyarat: Para Nabi diberikan bocoran mengenai *urutan* kejadiannya, namun bukan *tanggal* pastinya.
Tujuan dirahasiakannya waktu ini adalah agar setiap mukmin senantiasa dalam keadaan siaga. Sebagaimana kata **Imam Hasan Al-Bashri**, *”Dunia ini hanyalah tiga hari: kemarin yang telah pergi, besok yang mungkin tak kau temui, dan hari ini maka beramallah.”*
Wallahu A’lam bish-shawab. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

