Adzan adalah panggilan langit.
Seruan tauhid.
Tanda waktu shalat telah tiba.
Disyariatkan bagi yang mendengarnya untuk menjawab.
Mengikuti lafaz muadzin.
Satu per satu.
Tanpa tergesa.
Setelah adzan selesai.
Ada amalan besar.
Sering dilalaikan.
Bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Lalu membaca doa yang diajarkan.
Doa ini shahih.
Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu.
BACA JUGA: Doa-Doa dari Nabi Penawar Gundah dan Gelisah
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Siapa yang membaca doa setelah adzan: ‘Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan ini, berikanlah wasilah dan keutamaan kepada Muhammad dan angkatlah dia ke tempat yang terpuji yang telah Engkau janjikan untuknya,’ maka halal baginya syafa’atku pada hari kiamat.”
(HR. Bukhari)
Janji ini agung.
Syafa’at Nabi ﷺ.
Bagi orang yang menjaga amalan ringan ini.
Makna Al-Wasilah
Dalam doa tersebut disebut al-wasilah.
Bukan sekadar kedudukan tinggi.
Bukan pula pujian biasa.
Para ulama salaf menjelaskannya dengan rinci.
Athaf pada lafaz al-wasilah wal fadhilah adalah athaf bayan.
Yakni penguat makna.
Bukan dua hal yang berbeda.
Al-wasilah adalah satu kedudukan tertinggi.
Di atas seluruh makhluk.
Di surga.
Makna ini ditafsirkan langsung oleh Nabi ﷺ.
Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang ia ucapkan. Lalu bershalawatlah kepadaku. Siapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali. Kemudian mintalah al-wasilah untukku, karena al-wasilah itu adalah satu kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi satu hamba Allah. Aku berharap akulah orang itu. Barangsiapa memintakan al-wasilah untukku, maka halal baginya syafa’atku.”
(HR. Muslim)
Imam An-Nawawi berkata,
“Hadits ini menunjukkan keutamaan doa setelah adzan dan besarnya pahala bagi orang yang mengamalkannya.”
Al-Maqam Al-Mahmud
Dalam doa juga disebut maqaman mahmudan.
Tempat yang terpuji.
Ini bukan sembarang kedudukan.
Inilah syafa’at agung.
Syafa’at terbesar.
Syafa’at untuk seluruh makhluk.
Saat manusia tenggelam dalam kengerian mahsyar.
Saat penantian terasa panjang.
Dan tidak ada yang berani berbicara.
Hanya Muhammad ﷺ yang diberi izin.
Untuk memohon agar hisab segera dimulai.
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan pada sebagian malam bertahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”
(Al-Isra’: 79)
Ibnu Katsir رحمه الله menjelaskan,
“Tempat yang terpuji itu adalah syafa’at besar pada hari kiamat, ketika seluruh makhluk memuji Rasulullah ﷺ karenanya.”
Disebut terpuji.
Karena semua makhluk memujinya.
Baik yang pertama maupun yang terakhir.
BACA JUGA: Hukum Berdoa dalam Shalat
Syafa’at Nabi ﷺ menjadi sebab.
Berakhirnya penantian.
Dimulainya pengadilan Allah.
Penutup
Menjawab adzan itu mudah.
Bershalawat setelahnya ringan.
Membaca doa hanya sekejap.
Namun pahalanya besar.
Janji syafa’at menanti.
Jangan remehkan amalan kecil.
Bisa jadi ia penolong terbesar.
Di hari yang paling berat.
Wallahu a’lam. []
RUJUKAN: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

