Saudaraku,
pergaulan bukan perkara sepele.
Sahabat bukan sekadar teman tertawa.
Ia bisa menjadi jalan ke surga.
Atau justru menyeret ke celaka.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Janganlah engkau bergaul
kecuali dengan seorang mukmin.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Allah Ta’ala pun mengingatkan,
“Teman-teman akrab pada hari itu
sebagiannya menjadi musuh
bagi sebagian yang lain,
kecuali orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Az-Zukhruf: 67)
BACA JUGA: Saudaraku, kalau Tidak Bisa Pertahankan atau Tambah Ketaatan, Janganlah Bermaksiat
Saudaraku,
maka berhati-hatilah.
Jangan asal dekat.
Jangan asal akrab.
Pengaruh sahabat sangat besar.
Ia meresap perlahan.
Masuk ke hati.
Membentuk kebiasaan.
Sahabat yang baik
akan menarik kita ke kebaikan.
Mengajak kepada takwa.
Bukan hanya di lisan,
tetapi dalam keseharian.
Dalam persahabatan yang benar,
sunnah Rasulullah ﷺ hidup.
Salam disebarkan.
Senyum ditebarkan.
Kata-kata dijaga.
Ucapan dipilih yang terbaik.
Saat sakit, dijenguk.
Saat lemah, didoakan.
Kesalahan ditutupi.
Bukan diumbar.
Khilaf dimaafkan.
Bukan dipermalukan.
Saudaraku,
ia tidak mudah emosi.
Tidak suka merendahkan.
Ia hadir saat lapang.
Dan tidak pergi saat sempit.
Bersamanya,
iman bertambah.
Takwa menguat.
Waktu tidak terbuang sia-sia.
Karena pertemuan diisi kebaikan.
Saudaraku,
istiqamah bukan hadir sendirian.
Ia tumbuh di lingkungan yang benar.
Dan bersama sahabat yang shalih.
Allah berfirman,
“Barangsiapa berpegang teguh
kepada agama Allah,
maka sungguh
ia telah diberi petunjuk
ke jalan yang lurus.”
(QS. Ali Imran: 101)
Salah satu sebab istiqamah,
adalah sahabat yang menguatkan.
Yang menegur saat kita lalai.
Yang mengingatkan saat kita futur.
Bahkan para Nabi pun
membutuhkan sahabat.
Nabi Musa ‘alaihissalam berdoa,
agar Allah memberinya Harun.
Sebagai penopang.
Sebagai penguat.
Saudaraku,
jika seorang Nabi saja
memohon teman seperjuangan,
bagaimana dengan kita?
Ketahuilah,
persahabatan tanpa takwa
hanya menunggu waktu untuk retak.
Di dunia saling menyakiti.
Di akhirat saling menuntut.
Namun persahabatan karena Allah,
akan kekal.
Saling menolong.
Bahkan hingga hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Engkau akan bersama
dengan orang yang engkau cintai.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Saudaraku,
dengan siapa hatimu terpaut?
Siapa yang paling sering kau cari?
Siapa yang memengaruhi langkahmu?
BACA JUGA: Saudaraku, Rezeki, Dijamin oleh Allah
Jika kita berharap
dikumpulkan bersama orang shalih,
maka cintailah mereka.
Duduklah bersama mereka.
Menjadilah seperti mereka.
Karena kelak,
kita akan bersama
dengan orang-orang
yang kita cintai.
Maka renungkanlah, Saudaraku.
Untuk apa menghabiskan waktu
dengan sahabat
yang menjauhkan dari Allah?
Jika akhirnya
hanya berujung saling membenci.
Semoga Allah
menghadiahkan kita
sahabat-sahabat yang bertakwa.
Di dunia.
Dan di akhirat. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

