Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah jauh-jauh hari mengabarkan kondisi umat Islam di akhir zaman. Sebuah kabar yang bukan sekadar berita, melainkan peringatan keras agar kaum muslimin melakukan muhasabah. Beliau bersabda bahwa akan datang suatu masa ketika bangsa-bangsa lain bersatu dan saling mengajak untuk menyerang kaum muslimin, sebagaimana orang-orang yang berebut makanan di atas satu hidangan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
«يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا». فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ. وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».
“Akan datang suatu masa di mana musuh-musuh (bersatu-padu dan) berlomba-lomba untuk memerangi kalian. Sebagaimana berebutnya orang-orang yang sedang menyantap makanan di atas nampan”. Salah seorang sahabat bertanya, “Apakah karena saat itu jumlah kami sedikit?”. Beliau menjawab, “Justru saat itu kalian banyak, namun kalian bagaikan buih di lautan. Allah akan membuang rasa takut mereka kepada kalian, dan akan memasukkan wahn di dalam hati kalian.
Para sahabat yang mulia pun heran. Mereka bertanya, apakah kondisi itu terjadi karena jumlah kaum muslimin yang sedikit? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan bahwa saat itu kaum muslimin justru berjumlah banyak. Namun, banyaknya mereka tidak bernilai. Mereka bagaikan buih di lautan: terlihat memenuhi permukaan, tetapi ringan, rapuh, dan mudah terseret arus.
BACA JUGA: 3 Penyakit Hati: Cinta Dunia, Kedudukan, dan Pujian
Inilah gambaran umat yang kehilangan kekuatan hakiki. Allah mencabut rasa takut dari dada musuh-musuh mereka, lalu menanamkan penyakit mematikan ke dalam hati kaum muslimin. Penyakit itu disebut wahn. Ketika ditanya apa itu wahn, Rasulullah menjawab dengan tegas: cinta dunia dan benci kematian.
Para ulama salaf menjelaskan bahwa cinta dunia bukan sekadar memiliki harta, tetapi ketika dunia menguasai hati dan melalaikan dari akhirat. Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Dunia adalah negeri amal tanpa hisab, sedangkan akhirat adalah negeri hisab tanpa amal.” Siapa yang tertipu oleh dunia, ia akan kehilangan keberanian, keikhlasan, dan keteguhan dalam membela kebenaran.
Inilah sebab utama mengapa umat menjadi lemah, bukan semata karena kekurangan ekonomi, teknologi, atau kekuatan militer. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menegaskan, “Tidaklah suatu musibah menimpa seorang hamba kecuali karena dosa, dan tidaklah ia diangkat kecuali dengan taubat.” Ketika agama ditinggalkan, maka pertolongan Allah pun dijauhkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali menegaskan solusi dari penyakit ini. Dalam hadits lain, beliau menyebutkan bahwa ketika umat tenggelam dalam transaksi haram, sibuk mengejar dunia, ridha dengan kehidupan yang melalaikan, dan meninggalkan jihad dalam maknanya yang luas—baik jihad menegakkan kebenaran maupun melawan hawa nafsu—maka Allah akan menimpakan kehinaan yang tidak akan diangkat hingga mereka kembali kepada agama-Nya.
BACA JUGA: Kisah Anak Durhaka: Aku, Seorang Perempuan yang Cinta Dunia
Imam Malik rahimahullah berkata, “Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah memperbaiki generasi awalnya.” Maka jalan keluar dari kehinaan bukanlah sekadar perubahan strategi duniawi, tetapi taubat yang jujur, kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah, serta menghidupkan iman di dalam hati.
Selama umat Islam masih mencintai dunia lebih dari akhirat, dan takut mati lebih dari takut kepada Allah, selama itu pula mereka akan tetap banyak namun tak ditakuti. Wallahu a‘lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

