Buah hati Ayah dan Bunda pasti sangat senang mendengar cerita, karena kisah atau cerita sangat memanjakan imajinasinya yang sa-ngat luas. Nah, alih-alih kisah khayalan, Ayah dan Bunda bisa men-ceritakan kisah para nabi yang terdapat dalam Al-Qur’an.
Dalam kisah para nabi tersebut, terdapat akhlak terpuji yang ditutur kan dengan cara yang menarik, seperti kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, Nabi Yusuf, dan Nabi Musa.
Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa menceritakan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad Ce-ritakan kepada buah hati tentang masa kecil dan masa remaja Nabi Muhammad, tentang kejujuran dan keamanahannya hingga beliau dijuluki Ash-Shaadiqul Amiin lorang yang jujur dan dapat dipercaya,
BACA JUGA: Kisah Nabi Musa ‘Alaihis Salam dan Malaikat Maut
Ceritakanlah kisah-kisah tersebut saat buah hati Ayah dan Bun-da sedang beristirahat atau saat bincang-bincang malam. Momen berkisah yang penuh dengan canda dan kebahagiaan ini akan memberikan pengaruh besar dalam membentuk ka-rakternya dan juga menguatkan hubungan batinnya dengan Ayah dan Bunda.
Hikmah menceritakan kisah para Nabi kepada anak sangatlah besar, baik bagi pembentukan akidah, akhlak, maupun kepribadian mereka. Berikut beberapa di antaranya:
1- Menanamkan Tauhid sejak dini
Kisah para Nabi mengajarkan bahwa inti dakwah semua Nabi adalah mengajak kepada tauhid dan menjauhi syirik. Dengan kisah, anak lebih mudah memahami konsep Allah sebagai Tuhan Yang Maha Esa.
2- Memberikan teladan nyata
Anak lebih mudah meniru daripada hanya mendengar nasihat. Dengan kisah, mereka melihat bagaimana Nabi sabar, jujur, penyayang, pemberani, dan penuh tawakal.
3- Membangun cinta kepada Allah dan Rasul-Nya
Saat mendengar kisah Nabi, anak akan merasakan bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang beriman, sehingga tumbuh rasa cinta, iman, dan ketergantungan kepada-Nya.
4- Melatih kesabaran dan keteguhan hati
Kisah Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad ﷺ menunjukkan betapa beratnya ujian para Nabi. Dari sana anak belajar bahwa hidup tidak selalu mudah, namun dengan iman dan sabar, pertolongan Allah akan datang.
5- Menguatkan akhlak mulia
Kisah Nabi Yusuf mengajarkan menjaga kehormatan dan memaafkan, kisah Nabi Sulaiman mengajarkan syukur, kisah Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kelembutan dan kasih sayang.
6- Meningkatkan kecintaan pada kebaikan dan menjauhi keburukan
Kisah para Nabi bukan hanya mengajarkan apa yang baik, tetapi juga memperlihatkan akibat buruk dari kesombongan, kedurhakaan, dan kemaksiatan seperti kaum ‘Ad, Tsamud, dan Firaun.
BACA JUGA: Menumbuhkan Karaktek Anak Usia 3 Tahun ke Atas
7- Menguatkan identitas keislaman
Anak akan merasa bagian dari sejarah panjang umat terbaik yang dipimpin oleh para Nabi. Hal ini menumbuhkan kebanggaan dan semangat untuk terus berada di jalan yang lurus.
8- Mendorong daya imajinasi yang positif
Kisah membuat anak berpikir, berimajinasi, dan membayangkan peristiwa masa lalu, tetapi tetap dalam koridor kebenaran dan iman.
9- Membekas lebih lama daripada nasihat biasa
Anak biasanya cepat lupa dengan nasihat langsung, namun kisah penuh makna akan lebih mudah diingat dan dijadikan pegangan.
Ulama salaf juga menekankan pentingnya kisah. Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir-nya menyebutkan: “Dalam kisah-kisah para Nabi terdapat pelajaran, keteguhan hati, dan peneguh iman bagi orang-orang yang beriman.” []
Sumber: Rumahku Madrasah Pertamaku / Penulis: Dr. Khalid Ahmad Syantut / Penerbit: Maskana Media / Cetakan Kedua, Januai 2009
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

