Berbakti kepada orang tua adalah salah satu kewajiban agung dalam Islam, sejajar dengan kewajiban beribadah kepada Allah. Allah berfirman: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya…” (QS. Al-Isra: 23)
Seorang anak yang berbakti bukan hanya mengucapkan kata-kata manis, tetapi ia menempatkan ridha orang tua di atas keinginan pribadinya. Ia sadar, senyum orang tua adalah doa yang diam-diam Allah kabulkan.
Anak yang berbakti menjaga lisannya, karena satu kata kasar bisa melukai hati orang tua yang telah bertahun-tahun mencurahkan kasih sayang. Ia selalu berdoa untuk mereka, bahkan setelah keduanya tiada, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak yang shalih.” (HR. Muslim)
BACA JUGA: Kisah Anak Durhaka: Tobat Seorang Pemuda yang Durhaka Kepada Ibunya
Ia berusaha meringankan beban orang tua, bukan menambah kesulitan mereka. Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Berbakti kepada orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Maka jagalah pintu itu atau sia-siakanlah.”
Anak yang berbakti mampu menahan egonya demi menghormati orang tua. Ia sadar, jasa mereka tidak pernah bisa terbalas. Ia mendengarkan nasihat meskipun hatinya ingin membantah, karena ia tahu pengalaman mereka lebih panjang dari usianya sendiri.
Dalam Islam, berbakti kepada orang tua bukan hanya dilakukan saat mereka hidup. Setelah wafat pun, kewajiban itu tetap ada: dengan mendoakan mereka, melaksanakan wasiat yang baik, menyambung silaturahmi dengan kerabat mereka, dan memuliakan sahabat-sahabat mereka.
Ridha Allah ada pada ridha orang tua, dan murka Allah ada pada murka orang tua. Maka, siapa pun yang ingin hidupnya dipenuhi keberkahan, hendaklah ia memuliakan ayah dan ibunya.
BACA JUGA: Balasan dari Berbuat Baik pada Orangtua
Di zaman yang serba sibuk ini, kita perlu bertanya pada diri sendiri: apakah kita masih sempat menanyakan kabar mereka? Apakah kita sering menyempatkan diri untuk datang, sekadar memijat pundak atau membawakan sesuatu yang mereka sukai?
Anak yang berbakti tahu, waktu bersama orang tua tidak akan lama. Setiap detik yang dihabiskan untuk membahagiakan mereka adalah tabungan pahala yang tak ternilai, sekaligus warisan teladan untuk generasi berikutnya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

