Aku pernah mendengar Imam Hasan Al-Bashri memerintahkan orang-orang agar jadi pribadi yang penyabar dan mendorong untuk memiliki sifat pemaaf. Nasihatnya saat itu, “Wahai manusia, padamkanlah api amarahmu dengan mengingat api neraka jahanam. Abud Darda’ pernah mengatakan, “Keadaan terdekat manusia dengan murka Allah ialah ketika ia sedang marah’.”
Hasan berkata, “Siapa yang memfungsikan akal pikirannya, maka aman dari kehancuran.”
Beliau mengatakan, “Orang yang gagal ialah yang terkecoh akalnya.”
Beliau menasihati, “Pergaulilah manusia dengan akhlak terpuji, sebab kebersamaan yang lama itu langka.”
Bashri Kata Yunus bin Habib: aku mendengar Hasan al-menyatakan, “Dua hal yang tidak akan bersatu: qanaah dan hasad. Dua hal yang tidak bisa terpisah: ambisi dan hasad.”
BACA JUGA: Nasihat-nasihat Imam Hasan Al-Bashri yang Menggugah Jiwa
Hasan mengatakan, “Dengan akal, rasa malu, dan kesabaran; seseorang akan menjadi orang besar.”
Nasihat beliau, “Jangan datangi seseorang kecuali yang engkau bisa harapkan kebaikannya, atau yang engkau takutkan gangguannya, atau yang diharapkan berkah doanya, serta orang yang bisa engkau serap ilmunya.”
Hasan mendengar orang yang berdoa, “Ya Allah, hancurkanlah orang-orang yang jahat.”
Beliau pun berkata, “Jika begitu, jalanan akan sunyi dan para pengganggu tinggal sedikit.”
Hasan berkata, “Sungguh, agama ini kuat; kebenaran pun berat; sedangkan manusia lemah. Jadi, lakukan saja amalan yang kalian mampu! Karena saat seseorang beramal di luar batas kemampuannya, ditakutkan cepat jenuh lalu berhenti.”
Beliau pernah menerangkan, “Sakit ialah zakat tubuh; mirip dengan sedekah yang fungsinya sebagai zakat [pembersih] harta. Maka tiap jasad yang tidak sakit perumpamaannya adalah seperti harta yang tidak dizakati.”
Beliau mengatakan, “Amalan terbaik ialah merenungkan [kuasa Allah] dan menghindari yang haram. Maka siapa yang menjalani hidup dengan dua hal ini, maka selamat dan beruntung. Tetapi jika tidak, hendaknya ia bergegas mengoreksi hidupnya selama ini.”
Beliau pun mengatakan, “Akal ibarat cermin, ia memperlihatkan kekuranganmu. Barang siapa yang menggunakan akalnya, maka ia beruntung. Dan siapa yang mengabaikannya, maka nampaklah keburukannya.” antara potensi baikmu dan
Di suatu hari, ada orang yang berkata kepada Hasan, “Wahai Abu Sa’id, Anda pernah menyampaikan satu hadits kepadaku, tetapi aku lupa.”
BACA JUGA: Nasihat-nasihat Imam Hasan Al-Bashri yang Menggetarkan Jiwa
“Jika bukan karena lupa, tentu banyak jumlah fukaha.”43 Jawab Hasan.
Aban mengisahkan: aku pernah bertemu dengan Hasan di masjid, di sana aku bertanya, “Semoga Allah merahmati, apakah Anda sudah shalat?”
“Belum,” jawab Hasan.
“Para pedagang di pasar sudah shalat,” terang Aban.
Lalu kata Hasan, “Siapa yang rela mengambil agamanya dari orang-orang pasar? Jika sedang laris, mereka menunda shalat; tetapi jika tidak laku, mereka memajukan shalat.”
Hasan kerap menasihatkan, “Jangan memberi peluang kepada setan untuk menghancurkan dirimu.” []
Sumber: Kumpulan Nasihat Bijak untuk Hidup Lebih Bermakna Hasan al-Bashri / Al-Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi / Penerbit: Al-Abror Media
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

