Umar bin Abdul Aziz memiliki sifat ini. Urusan umat dan perkara khilafah sangat memerlukan ketegasan, khususnya terkait dengan para gubernur, para pemegang jabatan dan para pegawai.
Umar menghiasi diri dengan sifat ketegasan dan kemampuan mengendalikan urusan, tidak meremehkan perkara yang sangat mendasar demi berkhidmat kepada kepentingan umum dan ke-maslahatan kaum Muslimin.
Ketegasan Umar ini terlihat dalam momen yang berbeda-beda dan bidang-bidang yang bermacam-macam, seperti ketegasannya terhadap para gubernur dan para pembesar Bani Umayyah, ketegasannya terhadap orang-orang yang ingin memecah belah persatuan kaum Muslimin dan menyimpang dari jalan lurus mereka, menyulut fitnah dan menumpahkan darah dan perkara-perkara selainnya.
BACA JUGA: Umar Bin Abdul Aziz yang Mengagumkan
Indikasi pertama ketegasan Umar adalah sikapnya terhadap Bani Marwan, ketika beliau berkata kepada mereka, “Serahkan apa yang ada di tangan kalian, jangan memaksaku berbuat yang tidak aku sukai sehingga aku akan membawa kalian kepada apa yang tidak kalian sukai.”
Mereka semuanya diam.
Maka Umar berkata, “Jawablah.”
Maka salah seorang dari mereka menjawab, “Demi Allah, kami tidak akan menyerahkan harta-harta kami yang telah kami dapatkan dari bapak-bapak kami, karena dengan itu kami akan membuat anak-anak kami miskin dan kami dianggap tidak berterima kasih kepada bapak-bapak kami. Kami tidak akan me-nyerahkannya sampai kepala kami lepas dari tubuh kami.”
Maka Umar berkata, “Demi Allah, jikalau kalian tidak bersekutu mela-wanku dengan orang-orang yang hak mereka aku tuntut dari kalian untuk mereka, niscaya aku akan merendahkan pipi-pipi kalian dengan segera, akan tetapi aku takut timbul fitnah. Jika Allah mem-beriku umur panjang, niscaya aku akan mengembalikan setiap hak kepada yang berhak, insya Allah.” (Al-Iqd al-Faris, 5/173)
Jika Umar telah memulai suatu perkara, beliau akan mene-ruskannya. Suatu hari beliau menerima surat dari Bani Marwan, surat itu membuatnya marah, bahkan sampai memuncak. Lalu beliau berkata, “Sesungguhnya Allah mempunyai satu hari dari Bani Marwan, ada yang berkata, ‘dan penyembelihan’-. Demi Allah, jika penyembelihan itu melalui tanganku…” Manakala mereka mengetahui ketegasan Umar, mereka berhenti, mereka tahu bahwa jika Umar memulai suatu urusan, maka akan meneruskannya. (An-Namudzaj al-Idari al-Mustalkhash min Idarah Umar, hal. 158)
Berkaitan dengan masalah pemecah-belah persatuan kaum Muslimin dan pembangkangan terhadapnya, Umar lebih memilih dialog dan diskusi dengan mereka untuk membendung apa yang menjadi penyebab mereka demikian.
Mereka yang dimaksud ada-lah adalah orang-orang Khawarij yang memberontak melawan Bani Umayyah yang dipimpin oleh Syaudzab al-Khariji tahun 100 H. Umar berpendapat bahwa jika kebenaran berada di pihak mereka, maka dia akan mengkajinya, jika tidak maka dia meminta mereka untuk masuk ke dalam barisan kaum Muslimin.
BACA JUGA: Surat Umar bin Abdul Azis untuk Guru-guru Anaknya
Namun di saat yang sama Umar menyandingkan dialognya dengan ketegasan dan kegigihan, manakala perkara mereka sudah mencapai tingkat menumpahkan darah kaum Muslimin atau berbuat kerusakan di muka bumi.
Umar menulis kepada gubernur Irak, “Jangan mengutak-atik mereka kecuali jika mereka menum-pahkan darah atau membuat kerusakan di bumi, jika mereka melakukan (fitnah), maka biarkan mereka dengan itu. Pilihlah seorang laki-laki yang baik lagi tegas, kirimkan dia kepada me reka dengan beberapa bala tentara, wasiatkan kepadanya apa yang aku perintahkan kepadamu.” (Tarikh ath-Thabari, 7/459)
Begitulah Umar bin Abdul Aziz dengan ketegasannya, beliau mengambil prosedur-prosedur dan kebijakan-kebijakan yang tegas yang sangat penting dan urgen. Ketegasan Umar ini mempunyai dampak positif lagi besar dalam menstabilkan segala urusan dan mewujudkan segala apa yang dicanangkan untuk diwujudkan, berupa keadilan, ketenangan dan segala rambu sebuah khilafah yang rasyidah (lurus). (An-Namudzaj al-Idari al-Mustalkhash min Idarah Umar, hal. 163) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

