Home NasihatSaudaraku, Perhatikanlah Hati yang Tak Pernah Tenang atas Amal Sendiri

Saudaraku, Perhatikanlah Hati yang Tak Pernah Tenang atas Amal Sendiri

Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: "Aku lebih suka menyembunyikan amal shalihku sebagaimana aku menyembunyikan dosaku."

by Abu Umar
0 comments 182 views

Saudaraku,

Berapa kali kita merasa puas setelah selesai beribadah? Kita bangga telah menyelesaikan sholat lima waktu, menunaikan puasa sunnah, atau mengeluarkan sebagian harta untuk bersedekah. Namun, pernahkah hati ini gentar… apakah semua itu benar-benar diterima oleh Allah?

Allah Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوا وَّقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ* أُوْلَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

“Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (QS. Al-Mu’minun: 60–61)

Ayat ini menggambarkan keadaan hati para hamba yang paling mulia: mereka memberi, mereka beramal, mereka beribadah… namun hati mereka penuh rasa takut. Takut jika semua amal itu ditolak. Takut jika semua jerih payah mereka ternyata sia-sia di sisi Rabb-nya. Rasa takut inilah yang justru membuat mereka berlomba-lomba dalam kebaikan.

BACA JUGA:  http://Saudaraku,

Ketika Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mendengar ayat ini, beliau bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Apakah yang dimaksud adalah orang yang mencuri dan minum arak?”

Rasulullah ﷺ menjawab:

لا يا بنت الصديق ولكنهم الذين يصومون ويصلون ويتصدقون وهم يخافون أن لا يقبل منهم.

“Bukan, wahai anak Ash-Shiddiq. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang berpuasa, shalat, dan bersedekah. Namun mereka merasa khawatir amal mereka tidak diterima.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Saudaraku,

Inilah ciri hamba yang shalih: merasa kecil di hadapan amalnya sendiri, meskipun amal itu banyak dan besar di mata manusia. Mereka tidak tertipu oleh ibadah mereka. Mereka khawatir amal itu ditolak karena ketidaktulusan, kelalaian, atau karena dosa-dosa mereka yang menghalangi diterimanya amal.

Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Sesungguhnya seorang mukmin menggabungkan antara ihsan dalam amal dan rasa takut (tidak diterima), sedangkan orang munafik menggabungkan antara keburukan amal dan perasaan aman (dari siksa Allah).” (Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Mu’minun: 60)

Inilah ketakutan yang tidak membuat putus asa, tapi justru memacu untuk terus memperbaiki diri. Karena orang yang benar-benar takut amalnya tidak diterima, akan semakin giat beramal dan memperbaiki niat.

Saudaraku,

Jika hari ini kita merasa puas dengan amal kita, itu tanda bahaya. Bisa jadi, kita terlalu percaya diri, seakan surga sudah pasti milik kita. Padahal para sahabat, yang imannya dijamin, yang melihat langsung Rasulullah ﷺ, justru lebih banyak menangis dan takut kepada Allah.

BACA JUGA: Saudaraku, Jika Jauh dari Allah

Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah pernah berkata: “Aku lebih suka menyembunyikan amal shalihku sebagaimana aku menyembunyikan dosaku.”

Ini adalah bentuk dari rasa takut riya, takut tertolak, dan takut kehilangan keikhlasan. Karena amal sebesar apapun, jika tidak ikhlas, takkan sampai kepada Allah.

Maka marilah kita menundukkan hati, merendahkan diri, dan selalu berdoa sebagaimana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam—yang meskipun seorang nabi—masih memohon kepada Allah: “Ya Rabb kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Saudaraku,

Mari kita terus beramal… dan jangan pernah merasa aman atas amal itu. Tetaplah berdoa, tetaplah rendah hati. Karena hati yang takut, justru yang paling dicintai Allah. p[

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119