Home KajianHati-hati Mengubah Ciptaan Allah untuk Kecantikan

Hati-hati Mengubah Ciptaan Allah untuk Kecantikan

Ketika seseorang terus merasa kurang dan berusaha mengubah dirinya tanpa batas, itu bisa menjadi tanda kurangnya rasa syukur.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Rasulullah ﷺ memberikan peringatan yang sangat tegas terkait praktik memperindah diri dengan cara yang melampaui batas. Dalam sebuah hadis beliau bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ، وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ، وَالْمُتَفَلِّجَاتِ لِلْحُسْنِ الْمُغَيِّرَاتِ خَلْقَ اللهِ

“Allah melaknat orang-orang yang membuat tato dan yang meminta dibuatkan tato, orang-orang yang mencabut bulu (alis) dan yang meminta dicabutkan, serta orang-orang yang merenggangkan gigi demi kecantikan, yaitu mereka yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari no. 4885 dan Muslim no. 2125)

Hadis ini bukan sekadar larangan biasa, tetapi disertai dengan laknat, yang menunjukkan betapa seriusnya perkara ini. Islam tidak melarang manusia untuk berpenampilan rapi dan indah, namun ada batas yang tidak boleh dilampaui, yaitu ketika kecantikan dicari dengan cara mengubah ciptaan Allah secara permanen tanpa kebutuhan syar’i.

BACA JUGA:  Hukum Tato dalam Islam: Dosa Besar yang Mengubah Ciptaan Allah

Para ulama salaf menjelaskan bahwa larangan ini berkaitan dengan perubahan yang bertujuan semata-mata untuk kecantikan, bukan karena kebutuhan medis atau menghilangkan cacat. Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa yang diharamkan adalah perubahan yang bersifat tetap dan dilakukan demi memperindah diri, karena hal itu termasuk bentuk ketidakridhaan terhadap ciptaan Allah.

Lebih dalam lagi, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu pernah menegaskan bahwa beliau melaknat orang-orang yang melakukan hal tersebut karena Rasulullah ﷺ juga melaknatnya. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga kemurnian ajaran dan tidak meremehkan dosa-dosa yang tampak “kecil” di mata manusia.

Fenomena hari ini menunjukkan bahwa standar kecantikan sering kali berubah-ubah dan mendorong banyak orang untuk mengubah dirinya secara berlebihan. Padahal, fitrah manusia sudah diciptakan dalam bentuk yang terbaik. Ketika seseorang terus merasa kurang dan berusaha mengubah dirinya tanpa batas, itu bisa menjadi tanda kurangnya rasa syukur.

BACA JUGA:  Hukum Wanita yang Menghilangkan Alis Mata dan yang Melakukan Wasyam

Bukan berarti Islam melarang perawatan diri. Merawat tubuh, menjaga kebersihan, dan tampil baik adalah bagian dari ajaran Islam. Namun, semuanya harus tetap dalam koridor syariat.

Pesan penting dari hadis ini adalah menjaga keseimbangan: antara keinginan untuk tampil baik dan kewajiban untuk tetap taat. Kecantikan sejati bukan hanya pada penampilan, tetapi pada hati yang bersih dan ketaatan kepada Allah. Jika hati lurus, maka penampilan akan mengikuti dengan cara yang diridhai, bukan dengan cara yang dilarang. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119