Home IbadahDoa saat Ditimpa Kegundahan atau Kesedihan

Doa saat Ditimpa Kegundahan atau Kesedihan

Barang siapa yang berwudhu lalu mengerjakan shalat empat rakaat dan berdoa dengan doa tadi maka doanya akan dikabulkan, baik dia sedang ditimpa bencana ataupun tidak.

by Abu Umar
0 comments 193 views

Dalam Musnad Imam Ahmad, dari Abdullah bin Mas’ud, ia mengatakan bahwa Rasulullah bersabda:

(( مَا أَصَابَ أَحَدًا قَظُ هَمَّ وَلَا حُزْنٌ، فَقَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِي حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِي قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ. أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ : أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ الْعَظِيمَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَتِي؛ إِلَّا أَذْهَبَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ وَحَزَنَهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَهُ فَرَحًا، فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللهِ! أَلَا نَتَعَلَّمُهَا؟ قَالَ : بَلَى يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهَا أَنْ يَتَعَلَّمَهَا .))

“Tidaklah seorang ditimpa kegundahan atau kesedihan lalu berucap: “Ya Allah, sungguh aku adalah hambamu, anak dari hambamu (Adam), anak dari hamba wanitamu (Hawa), ubun-ubunku di tangan-Mu, hukum-Mu berlaku bagiku, serta ketetapan-Mu itu adil terhadapku. Ya Allah, aku meminta-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamai diri-Mu dengannya, atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam Kitab-Mu, atau Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang terdapat di sisi-Mu. Maka jadikan al-Qur-an yang mulia sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku, pelenyap kesedihanku, dan penghilang kegundahanku,’ melainkan Allah akan menghilangkan kegundahan dan kesedihan orang tersebut kemudian menggantikannya dengan kegembiraan.” Seorang bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah kami mempelajarinya?” Beliau menjawab: “Tentu. Sudah seharusnya orang yang mendengar doa tersebut mempelajarinya.”

BACA JUGA: Nabi pada Aisyah: Apakah Kau Senang dengan Doaku Tadi, Humairah?

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Tidaklah seorang Nabi tertimpa kesusahan, melainkan ia akan memohon pertolongan kepada Allah dengan bertasbih.”

Ibnu Abid Dun-ya menyebutkan dalam al-Mujabin fid Du’a dari al-Hasan, dari [Anas bin Malik], ia berkata: “Ada salah seorang Sahabat Nabi dari kalangan Anshar yang diberi kun-yah atau julukan Abu Mi’laq. Ia dikenal sebagai orang yang rajin beribadah dan wara sekaligus sebagai pedagang yang berniaga dengan harta pribadinya maupun harta orang lain di berbagai tempat. Suatu kali ia bertemu seorang perampok bersenjata di tengah perjalanannya.

“Letakkan barang-barang yang kamu bawa! Sungguh aku akan membunuhmu!” kata perampok.

“Mengapa Anda menginginkan darahku? Urusanmu hanyalah hartaku,” jawab Abu Mi’laq.

“Aku menginginkan harta dan darahmu!” gertak perampok itu.

“Jika Anda tetap ingin membunuhku, maka izinkanlah aku shalat empat rakaat terlebih dahulu,” kata Abu Mi’laq.

“Shalatlah sesuai dengan keinginanmu,” seru perampok tadi.

Abu Mi’laq lalu berwudhu dan shalat empat rakaat. Di antara doa yang ia panjatkan di akhir sujud adalah: “Wahai Yang Maha Pengasih, Wahai Pemilik Arsy yang Mulia, Wahai Yang Mahakuasa untuk berbuat apa yang Dia kehendaki; aku memohon kepada-Mu dengan keperkasaan-Mu yang tidak dapat dijangkau, dengan kerajaan-Mu yang tidak mungkin diraih, dengan cahaya-Mu yang memenuhi tiap sudut Arsy-Mu; lindungilah hamba dari kejahatan perampok ini. Wahai Yang Maha Penolong, tolong aku. Wahai Yang Maha Penolong, tolong aku.” Ia mengulanginya sebanyak tiga kali.

Tiba-tiba, datanglah seorang penunggang kuda dengan membawa sebilah tombak pendek di tangannya. Ia meletakkan tombak tersebut di antara kedua telinga kudanya. Dan saat perampok tadi melihatnya, ternyata penunggang kuda itu melaju ke arahnya lalu menikam dan membunuhnya. Lalu, ia menghampiri Abu Mi’laq seraya menyapa: “Berdirilah.”

BACA JUGA: Terus-menerus dalam Doa

“Ayah ibuku sebagai tebusanmu, siapakah Anda? Hari ini Allah telah menolongku dengan perantaraanmu,” tanya Abu Mi’laq.

Penunggang kuda memberitahu: “Aku adalah Malaikat penghuni langit keempat. Ketika engkau mengucapkan doa yang pertama, aku mendengar suara gemerincing di pintu-pintu langit. Ketika engkau mengucapkan doa yang kedua, aku mendengar suara bising pada penduduk langit. Lalu engkau mengucapkan doa yang ketiga, hingga dikatakan kepadaku: ‘Ini adalah doa oran orang yang ditimpa bencana.’ Selanjutnya, aku meminta kepada Allah supaya menyerahkan urusan pembunuhan perampok tadi kepadaku.”

Al-Hasan berkata: “Barang siapa yang berwudhu lalu mengerjakan shalat empat rakaat dan berdoa dengan doa tadi maka doanya akan dikabulkan, baik dia sedang ditimpa bencana ataupun tidak.” []

Sumber: Ad daa Wad Dawaa, Macam-macam Penyakit hati yang Membahayakan dan Resep Pengobatannya, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Pustaka Imam As-Syafi’i, Cetakan ke-10 November 2016 M 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119