Home Nasihat UlamaSeperti Shalat Orang yang Ingin Berpisah

Seperti Shalat Orang yang Ingin Berpisah

by admin
0 comments 88 views

Dari Abu Ayub Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي وَأَوْجِزْ قَالَ إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ وَلَا تَكَلَّمْ بِكَلَامٍ تَعْتَذِرُ مِنْهُ وَأَجْمِعْ الْيَأْسَ عَمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ

“Seorang laki-laki menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Ya Rasulullah. Berilah aku nasehat yang ringkas.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau Engkau mengerjakan shalat, maka shalatlah seperti shalatnya orang yang hendak meninggalkan (dunia). Jangan berbicara dengan satu kalimat yang esok hari kamu akan meminta udzur karena ucapan itu. Dan perbanyaklah rasa putus asa terhadap apa yang ditangan orang lain.”

(Hasan. Dikeluarkan oleh Ahmad (5/412), Ibnu Majah(4171), Abu Nu’aim dalam Al Hilyah (1/462) Al Mizzi (19/347) dan Lihat Ash Shahihah (401))

BACA JUGA: Waktu Shalat Sunnah Shubuh

Ustaz Faisal Kunhi M.A memberikan beberapa poin terkait hadis di atas:

1. Salah satu cara yang membuat shalat khusyu adalah ketika kita membayangkan bahwa kita akan mati setelah shalat, kemudian kita akan mempertanggung jawabkan apa yang kita lakukan di dunia dan kita ingat bahwa perbuatan yang pertama kali dihisab adalah shalat.

2. Disebutkan dalam kata mutiara,

“اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً“

“Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup selamanya. Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok.”

Saat beribadah kita ingat mati agar timbul rasa khusyu, dan saat bekerja kita ingat akan hidup selamanya agar hadir semangat bukan untuk berbuat curang dan zhalim, karena sejatinya setiap perbuatan baik yang baik dan diridhai Allah adalah ibadah termasuk di dalamnya mencari nafkah untuk keluarga.

3. Berfikirlah sebelum berucap, jangan berkata-kata baru kemudian berpikir. Perkataan itu seperti anak panah yang dilepas, jika ia melesat, maka ia tidak akan kembali; jika kita sudah mengucapkan sesuatu walau sudah kita revisi maka orang tetap menilai ucapakan kita yang pertama.

4. Ulama berkata:

سلامة الإنسان فى حفظ اللسان

“Selamatnya manusia dalam menjaga lisannya.”

banner

عثرة القدم أسلم من عثرة اللسان

“Tergelincirnya kaki masih lebih selamat dari tergelincirnya lidah.”

5. Hal ini pula yang diisyaratkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ketika seorang lelaki datang dan meminta Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mewasiatinya,

BACA JUGA: Dalam Shalat, Terdapat Ketenangan

عَلَيْكَ بِالْيَأْسِ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاس

Artinya: “Hendaknya engkau berputus asa dari apa yang ada di tangan manusia.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani menyatakan, “Hasan lighoirihi”).

Maksudnya adalah jangan terlalu yakin dengan janji manis manusia, tetapi yakinlah dengan apa yang sudah Allah janjikan karena Ia tidak pernah menginkari janjinya.

8. Semakin berharap kepada makhluk maka akan semakin menderita, dan semakin berharap kepada Allah maka akan semakin tenang dan tegar. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119