Home Nasihat UlamaHikmah di Balik Keberadaan Orang Bodoh di Dunia

Hikmah di Balik Keberadaan Orang Bodoh di Dunia

Yang penting dilakukan agar kehidupan seorang yang arif bisa lengkap dan sempurna adalah menjaga mereka agar sampai pada derajat paling mulia.

by Abu Umar
0 comments 131 views

Saya melihat banyak sekali manusia yang keberadaannya tak bermakna laksana tiada, Di antara mereka malah ada yang tidak mengenal Sang Khaliq. Ada pula yang mengakui Wujud-Nya hanya dengan indra. Ada lagi yang tak tahu apa sebenarnya tujuan dari taklif (perintah syariat) kepadanya.

Ada yang mengidentikkan dirinya dengan kezahudan lalu terus-menerus melakukari shalat dan meninggalkan syahwat. Mereka lupa, bahwa sejatinya mereka saat itu termakan syahwat yang menggejolak ingin dikenal orang lain dan ingin diciumi tangannya sebagai tanda penghormatan.

Jika ditegur dan ditanya tentang hal itu, mereka akan menjawab: “Pantaskah pertanyaan demikian dilontarkan kepada karni?”

BACA JUGA: Bersabarlah Menunggu Terkabulnya Doa

Sebenarnya mereka adalah orang yang sama sekali tak mengerti. Anehnya lagi, bahkan ada sebagian ulama yang melecehkan ulama lain dan memelihara keangkuhan dalam dirinya. Saya bingung pantaskah surga bagi mereka?

Saya baru menyadari apa hikmah yang bisa dipetik dari keberadaan mereka di dunia ini. Merekalah orang-orang yang memberi jalan kepada orang lain untuk lebih mengenal Allah dan nikmat-nikmat-Nya yang seringkali tak terungkapkan. Kehidupan memang bisa berjalan dengan adanya perbedaan-perbedaan yang seringkali begitu jauh. Di antara orang-orang yang memiliki persamaan pun, bahkan masih banyak pula perbedaan yang tampak

Keberadaan seorang zahid laksana penggembala hewan. Orang yang alim itu laksana pendidik anak-anak. Orang yang arif laksana penutur hikmah nan bijaksana. Mereka tidak memiliki waktu sedikit pun untuk bergaul dengan orang orang yang melihat agama sebagai sesuatu yang dangkal. Kehadiran mereka di dunia ini laksana penggawa istana yang menjaga kehidupan Sang Pemilik kekuasaan.

BACA JUGA:  Menundukkan Diri Sendiri

Yang penting dilakukan agar kehidupan seorang yang arif bisa lengkap dan sempurna adalah menjaga mereka agar sampai pada derajat paling mulia. Jika seseorang sampai pada derajat kearifan, merdekalah ia. Namun, ada juga yang tidak sampai pada derajat itu. Mereka yang gagal mencapai kearifan, hidupnya laksa na partikel laa (dalam bahasa Arab), yang hanya berfungsi sebagai pelengkap dan penguat dalam lingkungannya. []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119