3 Hal dalam Surat Al-‘Ashr: Manusia dalam Kerugian, Saling Menasihati, dan Bersabar
Tentu, nasihat harus disampaikan dengan ilmu, hikmah, dan cara yang baik. Bukan dengan merendahkan atau mempermalukan.
Tentu, nasihat harus disampaikan dengan ilmu, hikmah, dan cara yang baik. Bukan dengan merendahkan atau mempermalukan.
Seorang hamba memiliki keterbatasan ilmu, sedangkan Allah Mahamengetahui segala sesuatu.
Larangan tersebut berlaku meskipun jumlah uang yang nantinya diterima sama dengan uang yang dibayarkan, bahkan apabila jumlah yang diterima lebih kecil.
Seorang Muslim hendaknya belajar kepada ulama yang terpercaya dan tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan hanya berdasarkan pemahaman pribadi.
Menghormati para ulama adalah bagian dari adab menuntut ilmu, tetapi tidak boleh berubah menjadi fanatisme yang membuat kita menolak dalil.
Dalam riwayat lain disebutkan, “Ikutilah ia, yaitu hadis Rasulullah ﷺ, dan janganlah kalian mengikuti pendapat seseorang.”
Bagi seorang Muslim, nasihat ini menjadi pengingat agar tidak fanatik secara berlebihan kepada tokoh atau pendapat tertentu.
Ibnu Wahab tidak terburu-buru menyanggah Imam Malik di hadapan banyak orang. Ia menunggu hingga suasana lebih tenang, kemudian menyampaikan hadis yang dimilikinya.
Ketika menemukan pendapat yang berbeda, hendaknya kita menyikapinya dengan ilmu, adab, dan sikap objektif. Jangan terburu-buru mencela, tetapi jangan pula menerima setiap…
Jangan membatalkan shalat hanya karena perkara yang sepele. Tetapi jangan pula memaksakan diri ketika terdapat kebutuhan yang dibenarkan.
Jadikan setelah shalat sebagai waktu untuk menenangkan hati.
Apakah pesan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah akan menyenangkan atau justru menyakiti orang lain?