Mekah dan Madinah Terlindung dari Dajal
Kita tidak tahu kapan fitnah besar itu terjadi. Tetapi kita tahu bahwa keselamatan hanya berada di tangan Allah.
Kita tidak tahu kapan fitnah besar itu terjadi. Tetapi kita tahu bahwa keselamatan hanya berada di tangan Allah.
Ia adalah peringatan bagi setiap Muslim agar tidak mudah tertipu oleh kekuatan, keajaiban palsu, propaganda, maupun klaim yang menyesatkan.
Fitnah Dajjal mengingatkan kita bahwa tidak semua yang terlihat hebat berarti benar. Tidak semua yang mengaku memiliki kekuatan pantas diikuti.
Di tengah besarnya fitnah Dajal, Allah memberikan tanda-tanda yang jelas agar hamba-Nya tidak tertipu oleh kedustaan dan tipu dayanya.
Buta dalam riwayat-riwayat tersebut berarti adanya cacat. Dengan demikian, kedua mata Dajal memiliki cacat.
Peristiwa ini juga menjadi pelajaran bahwa kekuatan seorang mukmin bukan hanya terletak pada makanan, harta, dan persediaan duniawi.
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal."…
Sebagian ulama memang tetap mengikuti pendapat Ibnu Mas'ud, sementara sebagian lainnya mengikuti pendapat bahwa kabut masih akan terjadi pada akhir zaman.
Menurut Ibnu Mas'ud, tanda kabut, hantaman besar, lizam, dan kemenangan Romawi semuanya telah terjadi.
Al-Hakim Abu Abdillah berkata, "Yang jelas, terbitnya matahari dari barat mendahului munculnya hewan melata. Hewan melata muncul pada hari itu atau keesokan…
Maksud Rasulullah ﷺ adalah bahwa peristiwa-peristiwa ini terjadi secara berurutan.
Ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, melainkan kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.