Home Akhir ZamanBerpegang Teguh pada Agama di Akhir Zaman Seperti Menggenggam Bara Api

Berpegang Teguh pada Agama di Akhir Zaman Seperti Menggenggam Bara Api

Ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, melainkan kesesuaiannya dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Di antara tanda semakin dekatnya akhir zaman adalah semakin beratnya seseorang untuk istiqamah di atas agama Islam. Godaan syahwat semakin terbuka, syubhat semakin banyak, sementara orang yang berusaha berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah justru sering dianggap aneh, kolot, bahkan menjadi sasaran celaan. Kondisi seperti inilah yang telah dikabarkan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih dari empat belas abad yang lalu.

Beliau bersabda,

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ

“Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Tirmidzi no. 2260)

BACA JUGA:  Mukmin di Akhir Zaman: Lebih Hina daripada Budak Wanita

Hadits ini menggambarkan betapa beratnya menjaga keimanan ketika kebatilan telah menyebar dan kebenaran semakin asing. Orang yang tetap menjaga shalat, menutup aurat sesuai syariat, menjauhi riba, menjaga sunnah, dan meninggalkan berbagai bentuk maksiat sering kali harus menghadapi tekanan, ejekan, bahkan pengucilan dari lingkungannya.

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah menjelaskan makna hadits tersebut:

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengibaratkan dengan permisalan yang bisa dicerna secara kasat mata. Maksudnya, orang yang bersabar dalam berpegang pada hukum Al-Qur’an dan As-Sunnah akan mendapatkan perlakuan keras dan berbagai kesulitan dari ahlul bid’ah dan orang-orang menyimpang, yang dianalogikan bagai memegang bara api dengan genggaman tangannya, bahkan lebih dahsyat dari itu.” (Faidhul Qadir, VI: 456)

Perumpamaan “menggenggam bara api” menunjukkan adanya rasa sakit, beratnya ujian, dan besarnya pengorbanan yang harus dilakukan oleh seorang mukmin. Bara api secara tabiat akan segera dilepaskan karena panasnya tidak tertahankan. Namun, seorang mukmin yang mengharap ridha Allah tetap bertahan di atas agamanya meskipun harus menanggung berbagai kesulitan.

BACA JUGA: Di Akhir Zaman, Waktu Berdekatan

Karena itu, jangan heran jika istiqamah terasa berat. Jangan merasa asing ketika kebenaran tidak selalu mendapat dukungan dari banyak orang. Ukuran kebenaran bukanlah banyaknya pengikut, melainkan kesesuaiannya dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Di tengah fitnah akhir zaman, seorang muslim hendaknya memperbanyak doa agar diteguhkan hatinya di atas agama Allah, memperdalam ilmu syar’i, memperbanyak berkumpul dengan orang-orang saleh, serta menjauhi lingkungan yang dapat melemahkan keimanannya. Sebab, istiqamah bukanlah sesuatu yang diraih sekali, tetapi harus diperjuangkan setiap hari hingga akhir hayat.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119