Jika Kamu Banyak Masalah
Bisa jadi, segala masalah yang menimpa kita saat ini adalah cara Allah menghapuskan dosa-dosa dan maksiat kita yang begitu menumpuk.
Bisa jadi, segala masalah yang menimpa kita saat ini adalah cara Allah menghapuskan dosa-dosa dan maksiat kita yang begitu menumpuk.
Sebagaimana firman-Nya, janji yang pasti: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu" (QS. Ibrahim: 7).
Keempat cara ini menjadi bekal penting bagi seorang Muslim yang ingin terus memperbaiki diri. Sebab, mengenal dan mengakui kekurangan adalah langkah pertama…
Keluasan akhlak dengan sikap-sikap yang mendekatkan diri kepada Allah. Kesabaran, lapang dada, dan mudah memaafkan adalah sebagian contohnya.
"Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang mau menunjukkan kesalahanku." Ini adalah nasihat yang mendidik kerendahan hati.
Sedangkan bagi orang kafir, dunia ini justru menjadi ‘surga sementara’. Bebas menuruti hawa nafsu, menikmati apa saja yang mereka kehendaki tanpa batas…
Bersedihlah, bukan karena putus asa, Tapi karena harapmu menggantung pada keampunan-Nya yang penuh.
Sungguh, tidak ada manusia yang bebas dari dosa. Namun pintu taubat dan amal kebaikan selalu terbuka hingga nyawa tiba di kerongkongan.
Renungan ini mengajarkan kita bahwa menjadi dermawan tidak selalu dalam bentuk pemberian langsung.
Mereka paham, bahwa setiap lafadz Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, adalah tabungan abadi di akhirat.
Sungguh, muhasabah sebelum tidur adalah amalan ringan namun bernilai besar. Mari kita rutinkan, karena tak ada jaminan kita bangun kembali esok hari.
Renungan ini adalah cambuk bagi hati. Betapa banyak dari kita yang menunda-nunda kebaikan karena masih merasa hidup akan panjang.