Dalam kehidupan yang penuh hiruk-pikuk ini, banyak orang mencari ketenangan jiwa, kebahagiaan hakiki, dan keselamatan abadi. Islam telah menunjukkan jalan yang sangat mudah namun sering dilupakan oleh manusia: dzikrullah, mengingat Allah. Sebuah amal ringan di lisan, namun berat di timbangan.
Sahabat Nabi yang mulia, Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu, pernah berkata:
“إِنَّ الذين أَلْسِنَتُهُمْ رَطْبَةٌ بِذِكْرِ اللَّهِ يَدْخُلُ أحدهم الجنة وهو يَضْحَكُ”
“Orang yang lisannya selalu basah dengan dzikir, akan masuk surga dalam keadaan ia tertawa.” (Az-Zuhd, karya Imam Ahmad no. 730)
BACA JUGA: Majelis Dzikir
Sungguh, ini bukan hanya kabar gembira, tapi juga petunjuk. Seseorang yang senantiasa menghidupkan hatinya dengan dzikir, menjadikan lisannya basah menyebut nama Allah, akan mendapatkan balasan besar. Ia akan memasuki surga, bukan dengan wajah muram, tetapi dengan senyuman penuh bahagia.
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata: “Dzikir bagi hati laksana air bagi ikan. Maka bagaimana keadaan ikan jika ia dipisahkan dari airnya?” (Al-Wabil ash-Shayyib)
Hati manusia akan kering dan mati bila jauh dari dzikir. Dzikir adalah bahan bakar spiritual, penenang jiwa, penghapus dosa, dan pembuka pintu rahmat.
Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Dzikir itu cahaya bagi hati. Barang siapa ingin menghidupkan hatinya, maka hendaklah ia memperbanyak dzikir kepada Allah.” (Siyar A‘lam An-Nubala’)
Lihatlah bagaimana para salaf memuliakan dzikir. Mereka tidak menunggu waktu-waktu khusus. Lisan mereka basah dalam perjalanan, dalam kesendirian, dalam bekerja, bahkan ketika menghadapi masalah hidup.’
BACA JUGA: Kenikmatan dalam Surga
Mereka paham, bahwa setiap lafadz Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar, adalah tabungan abadi di akhirat.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa menjaga dzikir, hingga lisan ini tak pernah kering darinya. Sebab, bisa jadi amal inilah yang mengantarkan kita tertawa bahagia di pintu surga kelak, sebagaimana sabda Abu Darda’.
“Dan hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28) []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

