Waktu Kita di Dunia untuk Siapkan Bekal ke Akhirat
Waktu , Dunia ,Bekal ,AkhiratSufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata, “Siapa yang menyia-nyiakan waktu, ia telah menyia-nyiakan hidupnya.”
Waktu , Dunia ,Bekal ,AkhiratSufyan ats-Tsauri رحمه الله berkata, “Siapa yang menyia-nyiakan waktu, ia telah menyia-nyiakan hidupnya.”
Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Tidak ada kebahagiaan bagi hati seperti berdiri di hadapan Allah pada malam hari.”
Sebaliknya, ketika seorang hamba meletakkan beban dosanya dengan taubat yang jujur, maka perubahan besar akan terjadi.
Ia adalah contoh bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak selalu diukur dari popularitas ilmu, tetapi dari keikhlasan dan ketakwaan hidup.
Tabul Atba, Madinah, w. 179 H pada Masa kekhilafahan Harun
Jika engkau menjadikannya sebagai kenikmatan, niscaya engkau akan binasa.” Perkataan ini menunjukkan bahwa makan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk beribadah.
Dan jika ia tidak diuji, ia tidak akan diangkat menjadi bendaharawan negeri. Rahmat Allah sering turun lewat jalan yang terasa pahit.
Beliau lebih memilih mengatakan sejujurnya bahwa tidak mengetahui jawaban daripada harus mengatakan bahwa ia tahu semua tanpa ilmu.
Mungkin jawabannya sederhana: ia berdamai dengan Allah, berhati-hati dengan manusia, dan jujur dengan hatinya sendiri.
Sabar terhadap maksiat artinya menahan diri dan tidak mengeluh ketika terkena musibah.
Umpamanya kebanyakan orang bisa bersabar untuk tidak berzina, akan tetapi tidak bisa bersabar untuk selalu mengerjakan sholat berjama’ah di masjid.
Lihatlah firman Allah di dalam Qur’an saat menanyakan berapa lama kita hidup di dunia.