Kembali mendapatkan hidayah Islam setelah sekian lama lalai menjalankan shalat merupakan nikmat besar dari Allah Ta’ala. Hidayah ini patut disyukuri dengan menjaga shalat lima waktu, menunaikannya tepat waktu, serta berusaha memperbaiki kualitas ibadah.
Bagi seseorang yang pernah meninggalkan shalat, langkah pertama adalah bertobat dengan sungguh-sungguh dan bertekad tidak mengulangi kelalaian tersebut. Selain menjaga shalat wajib, seorang Muslim juga dianjurkan memperbanyak shalat sunah sebagai bentuk ketaatan dan upaya menyempurnakan kekurangan amal.
Shalat, Amal yang Pertama Kali Dihisab
Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa shalat merupakan amal pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat. Dari Huraits bin Qabishah, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa jika shalat seseorang baik, ia akan beruntung dan selamat. Namun, jika shalatnya memiliki kekurangan, ia akan merugi.
BACA JUGA: Hikmah Shalat Sunnah di Rumah, Warisan Ibadah untuk Keluarga
Apabila terdapat kekurangan dalam shalat wajib, Allah memerintahkan agar dilihat apakah hamba tersebut memiliki shalat sunah yang dapat menyempurnakan kekurangan shalat fardunya. Selanjutnya, amal-amal lainnya juga akan diperhitungkan dengan cara serupa. (HR. Tirmidzi no. 413; dinilai sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 2020).
Hadis ini menunjukkan besarnya kedudukan shalat sunah. Amalan tersebut bukan sekadar tambahan ibadah, melainkan juga menjadi sebab penyempurnaan kekurangan dalam shalat wajib, dengan izin Allah.
Jangan Meremehkan Shalat Sunah
Dalam riwayat Abu Dawud dari Anas bin Hakim ad-Dhabbi, disebutkan bahwa shalat sunah seorang hamba dapat digunakan untuk menyempurnakan kekurangan shalat wajibnya. Setelah itu, amal-amal lainnya pun diperhitungkan dengan cara yang serupa. (Dinilai sahih dalam Shahih al-Jami’ no. 2571).
Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak meremehkan shalat sunah, seperti rawatib, witir, tahajud, dan Dhuha. Semua itu merupakan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperbanyak bekal kebaikan.
BACA JUGA: Mengapa Setelah Shalat Ashar Tidak Boleh Ada Shalat Sunnah Lagi?
Meski demikian, shalat sunah tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan shalat wajib. Shalat fardu tetap menjadi kewajiban utama yang harus dijaga, sedangkan shalat sunah berfungsi sebagai amalan tambahan dan penyempurna.
Menjaga Hidayah dengan Istikamah
Bagi siapa pun yang telah kembali menjaga shalat setelah lama lalai, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Syukuri hidayah tersebut dengan istikamah, memperbaiki ibadah, memperbanyak amal saleh, dan memohon ampun atas kesalahan masa lalu.
Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam ketaatan, menerima shalat dan seluruh amal ibadah, serta menjadikan shalat sunah sebagai penyempurna kekurangan dalam shalat wajib kita.
Wallahu a’lam. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

