Home KajianPerkara-Perkara yang Dianjurkan untuk Berwudhu

Perkara-Perkara yang Dianjurkan untuk Berwudhu

Ada beberapa perkara yang dianjurkan untuk dilakukan dalam keadaan berwudhu, meskipun tidak sampai pada tingkatan wajib.

by Abu Umar
0 comments 14 views

Wudhu bukan hanya dilakukan ketika seseorang hendak mengerjakan shalat. Dalam beberapa keadaan, syariat juga menganjurkan seorang Muslim untuk menjaga kesuciannya dengan berwudhu. Hal ini menunjukkan bahwa wudhu merupakan salah satu bentuk thaharah yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Ada beberapa perkara yang dianjurkan untuk dilakukan dalam keadaan berwudhu, meskipun tidak sampai pada tingkatan wajib. Di antaranya adalah berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an, tidur, bagi orang yang sedang junub dan ingin makan atau tidur, serta beberapa keadaan lainnya. Berikut perkara-perkara yang dianjurkan untuk berwudhu:

1. Ketika berdzikir kepada Allah

Termasuk di dalamnya berdzikir secara mutlak, membaca Al-Qur’an, thawaf di Ka’bah, dan semisalnya.

Dianjurkan untuk berwudhu ketika mengerjakan hal tersebut di atas, berdasarkan hadits Al-Muhajir bin Qunfudz, bahwa dirinya mengucapkan salam kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau sedang berwudhu. Namun, beliau tidak menjawab salamnya hingga selesai berwudhu. Lalu beliau menjawab salamnya dan memberi penjelasan:

إِنَّهُ لَمْ يَمْنَعُنِي أَنْ أَرُدَّ عَلَيْكَ إِلَّا أَنِّي كَرِهْتُ أَنْ أَذْكُرَ اللَّهَ إِلَّا عَلَى طَهَارَةٍ

“Sesungguhnya, aku tidak suka menyebut nama Allah melainkan dalam keadaan suci (atau beliau mengatakan, dalam keadaan thaharah).”

Walaupun hadits ini tidak menunjukkan keharusan, sebagaimana hadits Aisyah yang ada dalam riwayat Imam Muslim (4/68), “Bahwa Nabi Muhammad senantiasa berdzikir kepada Allah setiap saat.”

BACA JUGA:   Hukum Menyentuh Mushaf Tanpa Wudhu

2. Sebelum tidur

Diriwayatkan dari Al-Bara bin Azib, ia menuturkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلَاةِ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شَفْكَ الْأَيْمَنِ، ثُمَّ قُلْ اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ ….

“Jika kamu mendatangi pembaringanmu, maka berwudhulah seperti wudhu ketika hendak shalat. Kemudian berbaringlah pada sisi tubuhmu yang sebelah kanan, lantas ucapkanlah: Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu.”

3. Orang yang sedang junub dan ingin makan, tidur, atau mengulangi persetubuhan

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudhri, Nabi ﷺ bersabda:

إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, kemudian ia ingin mengulanginya (bersetubuh), maka hendaklah ia berwudhu.”

banner

4. Berwudhu sebelum mandi besar

Diriwayatkan dari Aisyah, ia menuturkan, “Nabi ﷺ jika mandi besar, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya, dimulai dari yang kanan kemudian kiri. Kemudian beliau membasuh kemaluannya dan berwudhu seperti wudhu untuk shalat.”

5. Berwudhu setelah memakan masakan yang dimasak dengan api

Sebagaimana sabda Nabi ﷺ:

تَوَضَّؤُوا مِمَّا مَسَّتِ النَّارُ

“Berwudhulah kalian setelah makan makanan yang dimasak dengan api.” Perintah di dalam hadits ini sebagai bentuk anjuran.

Berdasarkan hadits Amru bin Umayyah Ad-Dhamiri, ia menuturkan, “Aku melihat Nabi ﷺ memotong daging dari pundak kambing lalu memakannya. Kemudian shalat diserukan, maka beliau bangkit dan meletakkan pisaunya. Beliau mengerjakan shalat dan tidak berwudhu lagi.”

6. Memperbarui wudhu setiap kali hendak shalat

Diriwayatkan oleh Buraidah, ia menuturkan, “Setiap kali hendak mengerjakan shalat, Nabi ﷺ berwudhu terlebih dahulu. Saat pembebasan kota Makkah, beliau berwudhu, mengusap sepatunya, kemudian mengerjakan beberapa shalat dengan sekali wudhu.”

BACA JUGA:  Mandi yang Disunnahkan

7. Berwudhu setiap kali berhadats

Hal ini berdasarkan hadits Bilal, bahwa Nabi ﷺ mendengar suara langkah sandal Bilal di depan beliau di surga. Maka beliau bertanya, “Wahai Bilal, apa yang menyebabkan kamu mendahuluiku ke surga?”

Bilal pun menjawab, “Wahai Rasulullah ﷺ, tidaklah aku mengumandangkan adzan, melainkan aku pasti shalat dua rakaat, dan tidaklah aku terkena hadats, melainkan aku selalu berwudhu sesudahnya.”

Nabi ﷺ mengatakan, “Itulah penyebabnya.”

8. Berwudhu setelah muntah

Hal ini berdasarkan hadits Ma’dan bin Abu Thalhah dari Abu Darda’, ia menuturkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah muntah, hingga beliau pun berbuka dan berwudhu.

Aku bertemu Tsauban di Masjid Damaskus dan menceritakan hal itu kepadanya. Dia berkata, “Benar, akulah yang menuangkan air wudhu untuk beliau.” []

Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119