Ketika membaca Al-Qur’an, kita sering menjumpai dua nama Allah yang disebut secara berdampingan: Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Keduanya sama-sama berkaitan dengan rahmat Allah, tetapi para ulama menjelaskan adanya perbedaan makna di antara keduanya.
Allah Ta’ala berfirman dalam pembukaan Surah Al-Fatihah, “Bismillahirrahmanirrahim”—“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 1).
Kemudian Allah kembali berfirman, “Ar-Rahmanir-Rahim”—“Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.” (QS. Al-Fatihah: 3).
Dalam terjemahan Al-Qur’an, kedua nama tersebut memang diterjemahkan dengan ungkapan yang hampir sama. Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara Ar-Rahman dan Ar-Rahim?
Sebagian ulama berpendapat bahwa kedua nama tersebut memiliki makna yang sama. Namun, jumhur ulama menjelaskan adanya perbedaan makna ketika keduanya disebut secara bersamaan.
BACA JUGA: Keistimewaan Ar-Rahman
Ar-Rahman menunjukkan luasnya rahmat Allah. Rahmat ini mencakup seluruh makhluk-Nya. Orang beriman maupun orang kafir sama-sama mendapatkan berbagai bentuk rahmat Allah di dunia.
Kita melihat manusia sama-sama mendapatkan rezeki, kesehatan, udara untuk bernapas, air untuk diminum, serta berbagai kenikmatan lainnya. Bahkan orang yang tidak beriman kepada Allah pun tetap mendapatkan kenikmatan dunia sebagai bagian dari rahmat Allah yang luas.
Adapun Ar-Rahim menunjukkan rahmat Allah yang khusus, terutama rahmat yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Di antara bentuk rahmat khusus tersebut adalah iman, ilmu agama, hidayah, dan pertolongan untuk menaati Allah. Tidak semua manusia mendapatkan nikmat iman dan pemahaman terhadap agama. Karena itu, ketika seseorang diberi kesempatan mengenal Islam, mencintai ketaatan, serta dimudahkan untuk beribadah, sesungguhnya itu merupakan rahmat Allah yang sangat besar.
Para ulama merangkum perbedaan tersebut dengan ungkapan:
الرَّحْمَنُ خَاصُّ الِاسْمِ عَامُّ الْفِعْلِ، وَالرَّحِيمُ عَامُّ الِاسْمِ خَاصُّ الْفِعْلِ
“Ar-Rahman adalah nama yang khusus bagi Allah, sedangkan cakupan rahmat-Nya luas. Adapun Ar-Rahim adalah nama yang dapat digunakan untuk selain Allah dalam konteks tertentu, sedangkan rahmat yang ditunjukkannya bersifat khusus.” (Lihat At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Tafsir Surah Al-Baqarah fii Sual wa Jawab, hlm. 20–21).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa Ar-Rahman menunjukkan rahmat Allah yang luas, sedangkan Ar-Rahim menunjukkan sampainya rahmat tersebut kepada hamba yang dirahmati. Dengan demikian, Ar-Rahman berkaitan dengan sifat rahmat Allah, sedangkan Ar-Rahim menunjukkan pengaruh atau perbuatan dari rahmat tersebut. (Lihat Tafsir Al-Qur’an Al-Karim Juz ‘Amma, hlm. 13).
Inilah salah satu keindahan nama-nama Allah. Ketika Ar-Rahman dan Ar-Rahim disebut bersamaan, keduanya memiliki makna yang saling melengkapi. Namun, ketika salah satunya disebut secara tersendiri, maknanya dapat mencakup makna rahmat secara keseluruhan.
BACA JUGA: Keterbatasan Akal dalam Memahami Hikmah Allah
Karena itu, jangan pernah menganggap kecil nikmat yang kita terima.
Rezeki yang kita dapatkan adalah rahmat Allah. Kesehatan adalah rahmat Allah. Keluarga adalah rahmat Allah. Namun, iman, ilmu, dan kemampuan untuk beribadah kepada Allah juga merupakan rahmat yang jauh lebih besar.
Maka ketika kita diberi kesempatan untuk mengenal kebenaran dan mencintai ketaatan, sudah sepantasnya kita bersyukur.
Sebab, di antara rahmat Allah yang paling berharga bukan sekadar Dia memberi kita kenikmatan dunia, tetapi Dia juga memberi kita hidayah agar menggunakan nikmat tersebut untuk mendekat kepada-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

