Home KajianImam Asy-Syafi’i: Jangan Tinggalkan Sunnah karena Pendapat Seseorang

Imam Asy-Syafi’i: Jangan Tinggalkan Sunnah karena Pendapat Seseorang

Dalam riwayat lain disebutkan, “Ikutilah ia, yaitu hadis Rasulullah ﷺ, dan janganlah kalian mengikuti pendapat seseorang.”

by Abu Umar
0 comments 7 views

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah merupakan salah satu imam besar yang dikenal karena keluasan ilmu dan keteguhannya dalam mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ. Beliau juga mengajarkan bahwa pendapat seorang ulama tidak boleh ditempatkan di atas dalil yang telah jelas.

Beliau berkata, “Kaum Muslimin sepakat bahwa barang siapa yang sudah jelas baginya sunnah dari Rasulullah ﷺ, maka tidak dihalalkan baginya meninggalkannya hanya karena pendapat orang lain.”

Nasihat ini mengingatkan kita bahwa kebenaran tidak diukur semata-mata dari siapa yang menyampaikan sebuah pendapat. Ketika seseorang telah mengetahui dalil yang sahih dan jelas, ia tidak seharusnya meninggalkannya hanya karena mengikuti pendapat orang lain.

BACA JUGA:  Hadiah untuk Imam Syafi’i dari Gurunya, Imam Malik

Imam Asy-Syafi’i juga berkata, “Jika kalian mendapatkan dalam kitabku sesuatu yang menyelisihi sunnah Rasulullah ﷺ, maka katakanlah dengan sunnah Rasulullah ﷺ dan tinggalkanlah apa yang aku katakan.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Ikutilah ia, yaitu hadis Rasulullah ﷺ, dan janganlah kalian mengikuti pendapat seseorang.”

Perkataan ini menunjukkan kerendahan hati seorang ulama. Imam Asy-Syafi’i tidak menghendaki pendapatnya diikuti secara membabi buta. Sebaliknya, beliau mengarahkan murid-muridnya agar senantiasa mengutamakan sunnah Rasulullah ﷺ.

Bagi seorang Muslim, nasihat ini menjadi pelajaran agar tidak fanatik secara berlebihan kepada tokoh, kelompok, atau pendapat tertentu. Menghormati ulama tetap penting, tetapi penghormatan itu tidak boleh membuat seseorang mengabaikan dalil yang lebih kuat.

BACA JUGA:  Keteguhan Imam Syafi’i Membela Sunnah

Namun, memahami dan menerapkan hadis juga membutuhkan ilmu. Tidak semua orang dapat langsung menentukan hukum hanya berdasarkan satu riwayat. Karena itu, hendaknya kita merujuk kepada ulama yang terpercaya, memahami dalil secara utuh, dan tidak tergesa-gesa menyalahkan pendapat yang berbeda.

Nasihat Imam Asy-Syafi’i mengajarkan bahwa ilmu harus mengantarkan seseorang kepada kebenaran, bukan sekadar kepada fanatisme terhadap pendapat. Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai sunnah Rasulullah ﷺ, menghormati para ulama, dan senantiasa terbuka untuk menerima kebenaran. []

Sumber: Shahih Fiqhu As-Sunnah (Shahih Fiqih Sunnah (Jilid 1)/ Penulis: Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim / Penerbit: Insan Kamil / Cetakan: Cet. 1: Nopember 2021 / Rabiul Akhir 1443 H

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119