Home KajianCara Taubat Orang yang Meninggalkan Shalat

Cara Taubat Orang yang Meninggalkan Shalat

Jangan biarkan masa lalu menghalangi langkah menuju Allah. Jika hari ini Allah masih memberi kesempatan untuk sujud, maka itu adalah nikmat yang sangat besar.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat. Karena itu, meninggalkan shalat bukanlah perkara ringan. Banyak orang yang pernah lalai dalam hidupnya, bahkan ada yang bertahun-tahun meninggalkan shalat. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana cara bertaubat dari dosa besar tersebut?

Kabar baiknya, pintu taubat selalu terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan dan matahari belum terbit dari barat. Allah Ta’ala berfirman:

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah serta mengikhlaskan agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama orang-orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.” (QS. An-Nisa: 146).

BACA JUGA: Hukum Shalat Jumat bagi Musafir

Ayat ini menunjukkan bahwa siapa pun yang pernah terjatuh dalam dosa tetap memiliki kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.

Lalu bagaimana bentuk taubat bagi orang yang pernah meninggalkan shalat?

Pertama, ia harus menyesali kelalaiannya dan bertekad kuat untuk tidak meninggalkan shalat lagi. Taubat yang benar selalu diawali dengan penyesalan dan perubahan sikap.

Kedua, menjaga shalat lima waktu dengan sebaik-baiknya mulai saat ini. Jangan menunda-nunda lagi, karena tidak ada seorang pun yang tahu kapan ajal akan datang.

Ketiga, memperbanyak amal saleh, terutama shalat-shalat sunah. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Amal manusia pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat adalah shalat. Jika ada kekurangan dalam shalat wajibnya, Allah memerintahkan agar kekurangan tersebut disempurnakan dengan shalat-shalat sunah yang dimilikinya.” (HR. An-Nasa’i, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).

Karena itulah para ulama menganjurkan orang yang pernah meninggalkan shalat untuk memperbanyak shalat sunah, seperti rawatib, dhuha, tahajud, witir, dan amalan lainnya.

BACA JUGA:  Orang Berkacamata Saat Shalat: Pastikan Hidung Menyentuh Tempat Sujud

Sebagian ulama salaf bahkan berpendapat bahwa orang yang sengaja meninggalkan shalat dalam waktu lama tidak diperintahkan mengqadha seluruh shalat yang ditinggalkan. Yang lebih ditekankan adalah taubat yang tulus dan memperbanyak ibadah sunah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja tidak disyariatkan mengqadhanya. Namun yang harus ia lakukan adalah memperbanyak shalat sunah.” (Al-Ikhtiyarat, hlm. 34).

Jangan biarkan masa lalu menghalangi langkah menuju Allah. Jika hari ini Allah masih memberi kesempatan untuk sujud, maka itu adalah nikmat yang sangat besar. Mulailah memperbaiki shalat sejak sekarang, perbanyak istighfar, dan iringi taubat dengan amal-amal kebaikan. Sebab Allah Maha Pengampun dan sangat mencintai hamba yang kembali kepada-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119