Beberapa orang awam ada yang mengutamakan amalan nafilah (sunnah) sehingga melalaikan amalan fardhu (wajib). Contohnya seseorang datang ke masjid sebelum adzan dan mengerjakan shalat nafilah, namun manakala shalat sebagai makmum dia justru mendahului imam.
Ada juga yang tidak hadir di masjid dalam pelaksanaan shalat fardhu secara berjamaah, tetapi semangat menyesaki masjid pada malam raghaib (Maksudnya di malam pelaksanaan shalat Raghaib, yaitu shalat bid’ah yang tidak ada dasar riwayatnya)
BACA JUGA: Talbis Iblis dengan Fanatisme Mazhab
Bahkan ada di antara mereka yang rajin beribadah dan sering menangis, namun dia terus-menerus berbuat keji dan tak mau meninggalkannya. Jika diingatkan atau dinasihati, dia menanggapinya: “Amalan keburukan diiringi dengan amalan kebaikan; dan bahwasanya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Mayoritas mereka berpegang kepada pendapat pribadi sehingga lebih banyak merusak daripada memperbaiki.
BACA JUGA: Talbis Iblis atas Orang Awam Terkait Pandangan Bebas Berbuat Kemaksiatan
Aku pernah melihat orang awam yang hafal al-Qur-an serta menjalani kehidupannya secara zuhud mengebiri dirinya sendiri, padahal perbuatan ini termasuk perbuatan yang sangat keji. Yang dimaksud salah memotong organ reproduksinya. []
Sumber: Al-Muntaqa An-Nafis min Talbîs Iblîs (Talbis Iblis – Tipu Daya dan Perangkap Iblis ddalam Upaya Menjerumuskan Manusia Ke Jurang Kehancuran / Penulis: Ibnul Jauzi / Penerbit: : Dar Ibnul Jauzi Riyadh KSA / Cet. I 1429 Η / Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Keenam Jumadil Ula 1442 H / Desember 2020 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

