Home Baiti JannatiMencari Nafkah Menjadi Ibadah

Mencari Nafkah Menjadi Ibadah

Jangan sampai pekerjaan hanya menjadi sarana untuk pamer kekayaan, mengejar pujian, atau merasa lebih hebat daripada orang lain.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Bekerja dan mencari nafkah sering kali dipandang sebagai urusan dunia. Padahal, dalam Islam, pekerjaan dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang halal.

Dari Ka‘b bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu, dikisahkan bahwa suatu ketika ada seseorang yang melewati Rasulullah Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Mereka melihat kesungguhan dan semangat orang tersebut dalam bekerja. Sebagian sahabat kemudian berkata, “Wahai Rasulullah ﷺ, seandainya semangat dan kekuatannya itu digunakan di jalan Allah.”

Rasulullah ﷺ kemudian menjawab:

إِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى وَلَدِهِ صِغَارًا، فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Apabila dia keluar untuk berusaha mencari nafkah bagi anak-anaknya yang masih kecil, maka dia berada di jalan Allah.”

وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى أَبَوَيْنِ شَيْخَيْنِ كَبِيرَيْنِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Apabila dia keluar untuk berusaha mencari nafkah bagi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka dia berada di jalan Allah.”

BACA JUGA:  Jika Sang Suami Tidak Menafkahi Keluarganya karena Kikir

وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى عَلَى نَفْسِهِ يُعِفُّهَا فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Apabila dia keluar untuk berusaha mencari nafkah bagi dirinya dalam rangka menjaga kehormatan dirinya, maka dia berada di jalan Allah.”

Namun Rasulullah ﷺ juga memberikan peringatan:

banner

وَإِنْ كَانَ خَرَجَ يَسْعَى رِيَاءً وَمُفَاخَرَةً فَهُوَ فِي سَبِيلِ الشَّيْطَانِ

“Apabila dia keluar untuk berusaha karena riya dan berbangga-bangga, maka dia berada di jalan setan.” (HR. Ath-Thabrani; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami‘)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa nilai sebuah pekerjaan tidak hanya ditentukan oleh jenis pekerjaannya, tetapi juga oleh niat yang ada di dalam hati.

Seorang ayah yang bekerja keras demi mencukupi kebutuhan anak-anaknya sedang menjalankan tanggung jawab yang mulia.

Seorang anak yang mencari nafkah untuk membantu orang tuanya yang telah lanjut usia juga sedang berada dalam jalan kebaikan.

Demikian pula seseorang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhannya sendiri agar tidak meminta-minta kepada orang lain dan tetap menjaga kehormatannya.

Semua aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah.

BACA JUGA: Ingin Melamar Kerja di Bank? Simak Penjelasan Ulama

Namun, niat harus selalu dijaga.

Jangan sampai pekerjaan hanya menjadi sarana untuk pamer kekayaan, mengejar pujian, atau merasa lebih hebat daripada orang lain.

Karena itu, sebelum berangkat bekerja, luruskan niat.

Bekerjalah dengan cara yang halal.

Carilah penghasilan yang baik.

Niatkan untuk menunaikan tanggung jawab kepada keluarga dan menjaga diri dari meminta-minta.

Dengan niat yang benar, pekerjaan yang tampaknya sederhana dapat berubah menjadi jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119