Home HadistHadist: Ingatlah Allah di Saat Lapang, Niscaya Dia Mengingatmu Saat Susah

Hadist: Ingatlah Allah di Saat Lapang, Niscaya Dia Mengingatmu Saat Susah

Ingatlah Allah sebelum kita membutuhkan pertolongan-Nya.

by Abu Umar
0 comments 31 views

Sering kali manusia baru mengingat Allah ketika berada dalam kesulitan.

Ketika sakit, ia berdoa.

Ketika kehilangan, ia menangis.

Ketika menghadapi masalah, ia mengangkat tangan.

Ketika berada dalam kesempitan, ia memohon pertolongan kepada Allah.

Padahal, seorang mukmin hendaknya mengenal dan mengingat Allah bukan hanya ketika sedang membutuhkan pertolongan-Nya, tetapi juga ketika hidupnya berada dalam keadaan lapang.

Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ، يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ

“Kenalilah Allah di saat lapang, niscaya Dia akan mengingatmu ketika dalam kesusahan.” (HR. Ahmad no. 2803, dinilai sahih dalam Shahihul Jami‘ no. 2961 oleh Syaikh Al-Albani)

BACA JUGA:  Hadist: Jangan Bersedih, Engkau Akan Bersama Orang yang Engkau Cintai

Hadis ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip penting dalam kehidupan.

Jangan menunggu kesulitan untuk mendekat kepada Allah.

Ketika sehat, ingatlah Allah.

Ketika kaya, ingatlah Allah.

Ketika memiliki keluarga yang bahagia, ingatlah Allah.

Ketika pekerjaan lancar, ingatlah Allah.

Ketika tidak memiliki masalah besar, tetaplah berdoa dan beribadah.

Sebab, keadaan lapang adalah kesempatan untuk membangun hubungan yang kuat dengan Allah.

Jangan Hanya Mengenal Allah Ketika Membutuhkan-Nya

Ada orang yang begitu dekat dengan masjid ketika sedang memiliki masalah. Ia rajin berdoa ketika sedang membutuhkan sesuatu. Ia banyak membaca Al-Qur’an ketika sedang menghadapi kesulitan.

Namun, ketika kesulitan telah berlalu, ia kembali lalai.

Ketika rezeki telah lapang, shalat mulai ditinggalkan.

Ketika kesehatan kembali, ibadah sunnah mulai dilupakan.

Ketika masalah selesai, doa dan istighfar kembali berkurang.

Inilah yang perlu kita hindari.

Allah Ta‘ala berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

“Maka, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (Al-Baqarah: 152)

Mengingat Allah ketika lapang bukan hanya dengan lisan.

Ia diwujudkan dengan shalat yang terjaga, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, berbakti kepada orang tua, menolong sesama, meninggalkan maksiat, dan menggunakan nikmat Allah untuk ketaatan.

Saat Kesulitan Datang

Tidak ada manusia yang hidup tanpa ujian.

Hari ini mungkin kita sehat.

Besok mungkin sakit.

Hari ini mungkin memiliki pekerjaan.

Besok mungkin kehilangan pekerjaan.

Hari ini mungkin memiliki harta.

Besok mungkin mengalami kesulitan.

Hari ini mungkin bersama orang-orang yang dicintai.

Suatu hari mungkin kita harus kehilangan mereka.

Karena itu, jangan merasa bahwa kehidupan akan selalu berada dalam keadaan yang sama.

Perubahan adalah bagian dari kehidupan.

Ketika seseorang telah membiasakan dirinya dekat dengan Allah pada saat lapang, ia akan lebih mudah kembali kepada Allah ketika kesulitan datang.

Lidahnya terbiasa berzikir.

Hatinya terbiasa berdoa.

Kakinya terbiasa menuju masjid.

Tangannya terbiasa bersedekah.

Jiwanya terbiasa berserah diri kepada Allah.

Maka, ketika ujian datang, ia tidak merasa kehilangan arah.

Nikmat adalah Kesempatan

Kesehatan adalah kesempatan untuk beribadah.

Kekayaan adalah kesempatan untuk bersedekah.

Waktu luang adalah kesempatan untuk menuntut ilmu.

Kekuatan adalah kesempatan untuk membantu orang lain.

Ketenangan adalah kesempatan untuk memperbanyak amal.

BACA JUGA:  Hadist: Hak Jalan yang Sering Dilupakan

Jangan menunggu semua nikmat itu hilang baru menyadari nilainya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Maka, manfaatkan masa lapang sebelum datang kesempitan.

Gunakan kesehatan sebelum datang sakit.

Gunakan waktu luang sebelum kesibukan.

Gunakan kehidupan sebelum kematian.

Dan ingatlah Allah sebelum kita membutuhkan pertolongan-Nya.

Sebab, siapa yang membangun kedekatan dengan Allah ketika hidupnya lapang, ia akan memiliki tempat kembali ketika hidupnya sempit.

Jangan hanya mencari Allah ketika badai datang. Kenalilah Allah ketika langit masih cerah, agar ketika badai datang, hati kita tahu kepada siapa harus bersandar. []

banner

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119