Home KajianUmur Nabi Adam dan Kisah Nabi Dawud

Umur Nabi Adam dan Kisah Nabi Dawud

Anak keturunannya pun mewarisi sifat tersebut dari bapak moyang mereka. Mereka juga mengingkari sebagaimana beliau mengingkari dan lupa sebagaimana beliau lupa.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Sungguh, Rasul kita, Rasulullah Muhammad ﷺ, telah menyampaikan kepada kita bahwa Rabb kita mengusap punggung Adam. Lalu, dari punggungnya berjatuhan setiap jiwa yang diciptakan Allah dari keturunan Adam hingga hari kiamat.

Rabb memegang semua itu di tangan kanan-Nya dan memberikan pilihan kepada Adam di antara kedua genggaman-Nya sesuai dengan yang dikehendakinya. Adam memilih yang kanan seraya berkata, “Yang kanan, wahai Rabbku.” Sungguh, kedua tangan Rabb Tabaraka wa Ta’ala adalah kanan yang mendatangkan keberkahan.

Ketika Allah membuka tangan-Nya, ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak-anak keturunannya.

BACA JUGA:  Apa Surganya Nabi Adam Alaihis Salam?

Adam melihat anak keturunannya yang akan diciptakan sepeninggalnya. Allah menjadikan cahaya di antara kedua mata setiap orang dari mereka. Adam juga melihat umur setiap orang tertulis di antara kedua matanya.

Ternyata, di antara mereka terdapat seseorang yang paling bersinar. Adam bertanya, “Siapakah orang ini?”

Allah menyampaikan bahwa ia adalah salah seorang anaknya dari umat yang paling akhir, bernama Dawud. Adam bertanya tentang umurnya. Dalam riwayat yang disebutkan di sini, umurnya adalah enam puluh tahun. Dalam riwayat lainnya disebutkan empat puluh tahun. Riwayat enam puluh tahun dinilai lebih tepat dalam naskah ini.

Nabi Adam merasa prihatin dengan umur Dawud dan meminta Rabbnya untuk menambahkan umurnya. Allah mengabarkan bahwa itulah umur yang telah ditetapkan untuknya.

Kemudian Adam memberikan sebagian umurnya kepada Dawud. Dengan tambahan tersebut, genaplah umur Dawud menjadi seratus tahun.

Tampak jelas dalam hadis ini bahwa Allah Ta’ala telah menyampaikan kepada Adam tentang umur yang telah ditentukan untuknya, yaitu bahwa ia akan hidup selama seribu tahun.

Ketika umurnya telah mencapai seribu tahun kurang empat puluh tahun, datanglah Malaikat Maut kepadanya untuk mencabut nyawanya. Adam memprotes dan mengingkari kedatangannya karena menurutnya umurnya belum genap seribu tahun.

BACA JUGA:  Ketika Nabi Adam Memberitahu Hawa tentang Kematian Anaknya

Dalam hadis ini, Nabi Adam juga menghitung sendiri umurnya, menghitung setiap tahun yang telah berlalu. Maka, Malaikat Maut mengingatkannya bahwa ia telah memberikan empat puluh tahun dari umurnya kepada anaknya, Dawud.

Namun, Adam mengingkarinya. Hal itu terjadi karena kelupaannya. Anak keturunannya pun mewarisi sifat tersebut dari bapak moyang mereka. Mereka juga mengingkari sebagaimana beliau mengingkari dan lupa sebagaimana beliau lupa.

Sejak saat itu, Allah memerintahkan untuk menulis dan mendatangkan saksi sebagai hujah untuk mementahkan alasan orang-orang yang ingkar dan lalai. []

Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119