Hasad adalah penyakit hati yang berbahaya. Ia tidak selalu terlihat dari luar. Seseorang bisa tersenyum kepada saudaranya, berbicara dengan lembut, bahkan memujinya, sementara di dalam hatinya ia berharap nikmat yang dimiliki saudaranya hilang.
Karena itu, para ulama salaf memberikan perhatian besar terhadap penyakit hati ini.
Wahb bin Munabbih rahimahullah berkata:
“Orang yang hasad memiliki tiga tanda:
Pertama, melakukan ghibah ketika orang yang dihasadi tidak berada di hadapannya.
Kedua, memuji orang yang dihasadi ketika berada di hadapannya.
Ketiga, merasa gembira dengan musibah yang menimpa orang yang dihasadi.”
(Hilyatul Auliya, 4/47)
Tiga tanda ini menunjukkan adanya sesuatu yang tidak sehat di dalam hati.
BACA JUGA: 5 Cara Mengobati Hasad
1. Ghibah ketika Tidak Bersamanya
Orang yang hasad sering merasa tidak senang dengan kelebihan orang lain. Ketika orang tersebut tidak ada, ia mencari-cari kekurangannya dan membicarakannya kepada orang lain.
Ia mungkin merasa puas ketika berhasil menjatuhkan nama baik orang yang ia iri.
Padahal, ghibah adalah dosa yang sangat berat.
Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ
“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Penerima Tobat, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)
2. Memuji ketika Berhadapan
Tanda kedua terlihat ketika ia bertemu langsung dengan orang yang dihasadi.
Di hadapannya, ia memuji.
Namun, pujian tersebut tidak selalu lahir dari ketulusan. Bisa jadi, ketika orang tersebut pergi, ia kembali membicarakannya dengan keburukan.
Karena itu, seorang Muslim hendaknya menjaga kebersihan hatinya. Jangan sampai lisan terlihat baik, tetapi hati menyimpan kebencian.
3. Bergembira ketika Orang Lain Tertimpa Musibah
Ini adalah tanda yang sangat berbahaya.
Ketika orang lain kehilangan pekerjaan, mengalami kegagalan, sakit, atau tertimpa kesulitan, orang yang hasad justru merasa senang.
Seolah-olah musibah orang lain menjadi kemenangan baginya.
Padahal, seorang mukmin seharusnya bersedih ketika saudaranya tertimpa kesulitan dan mendoakan agar Allah memberikan jalan keluar.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَقَاطَعُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا تَحَاسَدُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
“Janganlah kalian saling membenci, jangan saling memutus hubungan, jangan saling membelakangi, jangan saling hasad, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari no. 6076 dan Muslim no. 2559)
Hasad merusak persaudaraan.
Ia membuat seseorang sulit melihat kebaikan orang lain. Nikmat saudaranya terasa seperti ancaman. Keberhasilan orang lain terasa seperti kekalahan dirinya.
Padahal, rezeki Allah sangat luas.
Jika Allah memberikan nikmat kepada orang lain, tidak berarti jatah kita berkurang.
Jika saudara kita berhasil, kita tidak harus gagal.
BACA JUGA: Hasad, hanya Boleh pada 2 Orang Ini
Jika orang lain mendapatkan kemuliaan, kita tetap dapat memohon kepada Allah untuk memberikan kemuliaan kepada kita.
Karena itu, ketika melihat nikmat pada diri orang lain, ubahlah rasa iri menjadi doa:
“Ya Allah, berkahilah nikmat yang Engkau berikan kepadanya dan berikan pula kepadaku kebaikan yang Engkau ridai.”
Dan ketika hati mulai merasa tidak senang melihat keberhasilan orang lain, segera ingatkan diri:
Nikmat itu milik Allah. Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki.
Tugas kita bukan iri terhadap nikmat orang lain.
Tugas kita adalah bersyukur atas nikmat yang Allah berikan dan memohon tambahan karunia-Nya.
Semoga Allah membersihkan hati kita dari hasad, iri, dengki, dan kebencian, serta menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang saling mencintai karena Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

