Home Yaumul HisabShirath: Jalan yang Harus Dilewati

Shirath: Jalan yang Harus Dilewati

Shirath di akhirat adalah nyata. Perjalanan menuju akhirat adalah pasti. Dan keselamatan hanya dengan rahmat Allah serta iman dan amal saleh yang Dia ridai.

by Abu Umar
0 comments 2 views

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الصِّرَاطَ أَدَقُّ مِنَ الشَّعْرِ، وَأَحَدُّ مِنَ السَّيْفِ

“Sesungguhnya Shirath lebih tipis daripada rambut dan lebih tajam daripada pedang.” (HR. Muslim no. 195)

Hadis ini menggambarkan betapa berat dan mengerikannya perjalanan manusia menuju tempat terakhir di akhirat.

Shirath adalah jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahanam. Setiap manusia akan melewatinya sesuai dengan keadaan dan amalnya. Ada yang melewatinya secepat kilat. Ada yang seperti angin. Ada yang seperti burung. Ada pula yang berjalan, merangkak, bahkan jatuh ke dalam neraka.

Gambaran ini seharusnya membuat seorang mukmin tidak meremehkan amal.

BACA JUGA:  Bentuk dan Kondisi Shirath

Kita sering merasa bahwa dosa kecil tidak perlu terlalu dipikirkan. Kita menunda taubat. Kita menganggap remeh ucapan yang menyakiti. Kita mengabaikan kewajiban yang seharusnya dilakukan.

Padahal, perjalanan akhirat bukanlah perjalanan yang ringan.

Allah Ta‘ala berfirman:

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا

“Dan tidak ada seorang pun di antara kamu yang tidak melewatinya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketentuan yang sudah ditetapkan.” (QS. Maryam: 71)

Karena itu, seorang mukmin hendaknya mempersiapkan diri sejak di dunia.

Perbanyaklah amal saleh.

Jaga shalat.

Perbanyak membaca Al-Qur’an.

Perbanyak sedekah.

Berbuat baik kepada orang tua.

Jaga lisan dari dusta, ghibah, dan fitnah.

Jauhi kezaliman terhadap manusia.

Dan jangan pernah bosan memohon ampun kepada Allah.

Kita tidak mengetahui bagaimana keadaan kita ketika melewati Shirath nanti. Namun, kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki bekal sebelum hari itu tiba.

Jangan merasa aman hanya karena amal kita terlihat banyak. Jangan pula berputus asa karena dosa yang pernah dilakukan.

Mintalah kepada Allah keselamatan.

Rasulullah ﷺ mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan dari azab Jahanam dalam shalat:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahanam.”

BACA JUGA:  

banner

Penghormatan Pertama kepada Para Penduduk Surga setelah Melewati Shirath

Hari ini kita masih memiliki kaki yang dapat melangkah menuju masjid.

Masih memiliki lisan untuk beristighfar.

Masih memiliki hati untuk bertaubat.

Masih memiliki waktu untuk memperbaiki amal.

Maka, gunakan kesempatan itu sebaik-baiknya.

Shirath di akhirat adalah nyata. Perjalanan menuju akhirat adalah pasti. Dan keselamatan hanya dengan rahmat Allah serta iman dan amal saleh yang Dia ridai.

Semoga Allah memudahkan langkah kita melewati Shirath, memberikan cahaya ketika kegelapan menyelimuti, dan mengantarkan kita menuju surga-Nya dengan selamat.

اللَّهُمَّ نَجِّنَا مِنَ النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ

“Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka dan masukkanlah kami ke dalam surga.” []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119