Memberi adalah amal yang mulia, tetapi mengungkit pemberian dapat menghapus keindahan amal tersebut.
Jangan sampai tangan yang pernah memberi justru menjadi lisan yang menyakiti hati orang yang pernah menerima.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُبْطِلُوا صَدَقَاتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْأَذَى﴾
— “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian membatalkan sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti.” (QS. Al-Baqarah: 264).
Perhatikanlah, Allah melarang sedekah yang disertai dengan al-mann, yaitu mengungkit-ungkit pemberian.
Sebab orang yang memberi karena Allah tidak membutuhkan pujian dari manusia.
BACA JUGA: Tidak Ada Takdir Allah yang Sia-Sia, Semua Mengandung Hikmah
Ia cukup mengetahui bahwa Allah melihat apa yang telah ia berikan.
Jika suatu hari kita membantu seseorang, jangan menjadikannya alasan untuk merasa lebih tinggi daripadanya.
Jangan berkata, “Kalau bukan karena saya, kamu tidak akan seperti sekarang.”
Jangan pula mengingat-ingat kebaikan kita setiap kali terjadi perselisihan.
Boleh jadi satu kalimat seperti itu jauh lebih menyakitkan daripada kesulitan yang dahulu pernah kita bantu.
Rasulullah ﷺ bersabda,
«ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ … وَرَجُلٌ مَنَّاعٌ بِمَا أَعْطَى»
— “Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, di antaranya orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya.” (HR. Muslim).
Betapa berat ancaman bagi orang yang menjadikan pemberiannya sebagai alat untuk merendahkan orang lain.
Kebaikan yang seharusnya menjadi pahala justru dapat berubah menjadi sebab datangnya keburukan.
Para ulama salaf sangat takut amal mereka rusak setelah selesai dikerjakan.
Mereka tidak hanya memperhatikan bagaimana beramal, tetapi juga bagaimana menjaga amal tersebut dari riya, ujub, dan menyakiti orang lain.
BACA JUGA: Berdoa Tidak Harus Keras, Justru Lirih Lebih Dekat dengan Kekhusyukan
Karena itu, jika kita telah memberi, lupakanlah pemberian itu dari ingatan kita, tetapi berharaplah agar Allah tidak melupakannya dari catatan amal kita.
Jika kita pernah membantu seseorang, jangan merasa berjasa seumur hidup kepadanya.
Bukankah bisa jadi sebenarnya Allah sedang menjadikan kita sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan saudara kita?
Saudaraku, berilah karena Allah, lalu lepaskanlah pemberian itu karena Allah.
Jangan ungkit kebaikanmu kepada manusia, sebab yang kita cari bukan ucapan “terima kasih” dari mereka, tetapi pahala dan keridaan dari Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

