Home MuamalahBanyak Memaafkan, Tanda Orang yang Berakal

Banyak Memaafkan, Tanda Orang yang Berakal

Memaafkan bukan berarti membenarkan kezaliman atau menghilangkan hak untuk menuntut keadilan.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Di antara akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam adalah mudah memaafkan kesalahan orang lain. Memang tidak mudah melakukannya, terlebih jika kita disakiti, dihina, atau dizalimi. Namun, orang yang beriman dan berakal akan memandang setiap musibah dengan sudut pandang yang berbeda. Ia tidak hanya melihat kesalahan manusia, tetapi juga melihat hikmah dan takdir Allah di balik setiap kejadian.

Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah (wafat 215 H) pernah ditanya, “Mengapa orang yang berakal banyak memaafkan kesalahan orang yang menzalimi mereka?”

Beliau menjawab,

“Karena orang yang berakal mengetahui bahwa Allah mengujinya dengan sebab dosa-dosa mereka.”

BACA JUGA: 3 Sikap Mulia terhadap Kesalahan Orang Lain: Menahan Amarah, Memaafkan, dan Berbuat Baik

Kemudian beliau membacakan firman Allah Ta’ala,

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Perkataan Abu Sulaiman ad-Darani ini mengajarkan kepada kita agar lebih banyak melakukan muhasabah daripada sibuk menyalahkan orang lain. Ketika ada seseorang yang menyakiti kita, bukan berarti ia terbebas dari dosa. Namun, seorang mukmin juga menyadari bahwa tidak ada satu musibah pun yang terjadi tanpa izin Allah. Bisa jadi peristiwa itu menjadi sebab Allah menggugurkan dosa-dosa kita, mengangkat derajat kita, atau menjadi peringatan agar kita segera memperbaiki diri.

Orang yang hanya memandang kesalahan manusia akan dipenuhi amarah, dendam, dan keinginan membalas. Sebaliknya, orang yang memandang takdir Allah akan lebih mudah bersabar, beristighfar, dan memaafkan. Ia sadar bahwa dirinya pun memiliki banyak kekurangan dan dosa yang setiap hari membutuhkan ampunan dari Allah.

BACA JUGA:  Sesama Muslim, Saling Memaafkan

Lebih mengagumkan lagi, Allah menutup ayat tersebut dengan firman-Nya, “dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu.” Seandainya Allah menghukum seluruh dosa hamba-Nya tanpa ampunan, niscaya tidak ada seorang pun yang akan selamat. Karena itu, jika Allah Yang Mahamulia begitu banyak memaafkan hamba-Nya, maka sudah sepantasnya seorang mukmin belajar memaafkan saudaranya.

Memaafkan bukan berarti membenarkan kezaliman atau menghilangkan hak untuk menuntut keadilan. Akan tetapi, memaafkan adalah cara membersihkan hati dari kebencian dan menyerahkan urusan kepada Allah, Dzat Yang Maha Adil. Hati yang lapang akan lebih mudah merasakan ketenangan, sedangkan hati yang dipenuhi dendam justru akan tersiksa oleh amarahnya sendiri. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119