Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. An-Nisa’: 48 dan 116)
Ayat ini dengan sangat jelas menunjukkan bahwa dosa syirik tidak akan diampuni apabila seseorang meninggal dunia dalam keadaan belum bertobat darinya.
Adapun orang yang berbuat syirik, kemudian bertobat sebelum meninggal dunia, maka Allah menerima tobatnya.
BACA JUGA: Bunuh Diri: Dosa Besar yang Tidak Boleh Diremehkan
Betapa banyak orang musyrik dan orang kafir pada masa Rasulullah ﷺ yang masuk Islam, lalu Allah menghapus seluruh dosa mereka.
Karena itu, ancaman dalam ayat di atas berlaku khusus bagi orang yang meninggal dunia dalam keadaan masih mempertahankan kesyirikannya.
Bagaimana dengan Firman Allah dalam Surah Az-Zumar?
Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana mengompromikan firman Allah dalam Surah An-Nisa’ dengan firman-Nya berikut ini?
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا
“Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa.” (QS. Az-Zumar: 53)
Apakah ini berarti dosa syirik juga diampuni?
Jawabannya, kedua ayat tersebut berbicara pada keadaan yang berbeda.
QS. An-Nisa’ menjelaskan tentang orang yang meninggal dunia dalam keadaan masih musyrik. Dosa syiriknya tidak akan diampuni.
QS. Az-Zumar berbicara tentang orang yang bertobat sebelum meninggal dunia. Siapa pun yang bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan mengampuni seluruh dosanya, termasuk dosa syirik.
Karena itu, pintu tobat selalu terbuka selama seseorang belum meninggal dunia.
Allah Maha Pengampun. Tidak ada dosa yang terlalu besar bagi-Nya untuk diampuni apabila pelakunya bertobat dengan sebenar-benarnya.
Bagaimana dengan Pelaku Dosa Besar Selain Syirik?
Lalu bagaimana hukum seorang muslim yang meninggal dunia masih membawa dosa besar selain syirik dan belum sempat bertobat?
Keadaannya berada di bawah kehendak Allah (tahta al-masyi’ah).
Apabila Allah menghendaki, Dia akan mengampuninya. Jika Allah menghendaki, Dia akan menyiksanya sesuai kadar dosanya.
Namun, apabila seorang muslim masuk neraka karena dosa-dosa besarnya, ia tidak akan kekal di dalamnya sebagaimana orang-orang kafir.
Setelah mendapatkan balasan sesuai dosanya, ia akan dikeluarkan dari neraka.
Mereka keluar secara berkelompok sesuai dengan tingkatan dosa masing-masing.
Rasulullah ﷺ bersabda,
ثُمَّ تُمِيتُهُمُ النَّارُ ثُمَّ يَخْرُجُونَ ضَبَائِرَ ضَبَائِرَ
“Kemudian api neraka mematikan mereka selama waktu yang Allah kehendaki, lalu mereka keluar secara berbondong-bondong.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan,
فَيُلْقَوْنَ فِي نَهْرِ الْفِرْدَوْسِ، فَيَحْيَوْنَ بِمَائِهِ كَمَا تَنْبُتُ الْحِبَّةُ فِي حَمِيلِ السَّيْلِ
“Kemudian mereka dilemparkan ke Sungai Firdaus, lalu mereka hidup kembali dengan airnya sebagaimana biji-bijian tumbuh di tanah yang dialiri air banjir.”
BACA JUGA: 7 Dosa Besar yang Membinasakan
Hadis ini menunjukkan bahwa pelaku dosa besar dari kalangan kaum muslimin tidak kekal di dalam neraka. Berbeda dengan orang yang meninggal dunia dalam keadaan syirik, karena mereka tidak memiliki keselamatan pada hari kiamat apabila tidak sempat bertobat sebelum ajal menjemput.
Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga tauhidnya, menjauhi seluruh bentuk syirik, baik yang besar maupun yang kecil, serta segera bertobat kepada Allah apabila terjatuh ke dalam dosa. Tauhid adalah hak Allah yang paling agung, sedangkan syirik merupakan dosa yang paling besar dan paling berbahaya bagi keselamatan seorang hamba di dunia maupun di akhirat. []
ReferensI: Syarhu Kitabul Kabäir wa Tabyinil Maharim (Dosa-Dosa Besar) / Penulis: Imam adz-Dzahabi / Penerbit: Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Pertama: Sya’ban 1446 H/Februari 2025 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

